logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 Oktober 2004 INTERNASIONAL
Line

Kasus Kematian Tawanan Afghan

28 Prajurit Amerika Mulai Diselidiki

WASHINGTON - Militer AS sedang menyelidiki 28 prajurit dalam kasus kematian dua tahanan di penjara Amerika di Afghanistan pada 2002, kata Angkatan Darat AS, Kamis.

Beberapa dari mereka bisa menghadapi tuduhan pembunuhan tanpa sengaja, kata seorang jurubicara yang memberikan penjelasan mengenai penyelidikan yang dilakukan ketika militer AS memberlakukan undang-undang perang dalam menangani skandal penjara Abu Ghraib di Irak.

Ke-28 orang itu disebutkan namanya dalam sebuah laporan resmi mengenai kematian kedua tahanan tersebut di penjara pangkalan udara Bagram dekat Kabul pada 4 Desember dan 10 Desember 2002, kata wanita juru bicara itu. Kewarganegaraan kedua orang yang tewas itu tidak disebutkan.

Pangkalan itu digunakan untuk menahan orang-orang yang ditangkap dalam ''perang melawan teror'' setelah runtuhnya rezim Talib Afghanistan pada akhir 2001 dalam invasi yang dipimpin AS.

Pangkalan tersebut digunakan untuk melakukan interogasi bahkan setelah sebagian besar tahahan dipindahkan ke pangkalan AS di Guantanamo, Kuba.

Satuan Cadangan

Kelompok prajurit yang diselidiki itu berasal dari sebuah satuan cadangan polisi militer dan sebuah satuan intelijen militer aktif, kata juru bicara itu.

Mereka bisa menghadapi tuduhan-tuduhan yang berkisar dari pembunuhan tanpa sengaja hingga serangan dan pemukulan, pemuntungan bagian tubuh, penyiksaan tahanan, serta kelalaian tugas dan persekongkolan, katanya.

Menurut juru bicara itu, telah ada ''proses yang menyeluruh, ketat'' setelah kematian kedua tahanan tersebut.

Dia menyatakan, luka-luka dan sebagian besar data ''hampir tidak kentara'' dalam kasus itu.

Satuan-satuan yang terlibat dalam penyelidikan itu adalah satuan polisi militer 377, yang terdiri dari pasukan cadangan, dan satuan intelijen militer 519.

Polisi militer dan intelijen juga diselidiki dalam kasus penjara Abu Ghraib yang menodai invasi AS ke Irak.

Pihak berwenang AS menuduh tujuh prajurit dari satuan polisi militer 372 terlibat dalam penyiksaan di penjara di luar Baghdad itu pada akhir 2003. Satu orang telah dijatuhi hukuman.

Sedikitnya satu tahanan tewas di penjara Abu Ghraib yang menjadi sorotan ketika foto-foto pelecehan tahanan diterbitkan. Sebanyak 27 aparat intelijen militer juga direkomendasikan untuk dituntut ke pengadilan.(ant-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA