| Sabtu, 16 Oktober 2004 | INTERNASIONAL |
Karzai Sementara UnggulKABUL - Ketika 99 persen suara sedang dihitung dalam pemilihan presiden Afghanistan, Presiden Hamid Karzai unggul. Banyak pengamat memperkirakan dia akan mempertahankan keunggulan itu sampai akhir penghitungan suara yang berlangsung maraton tersebut. Penghitungan suara dihentikan Jumat kemarin karena saat itu merupakan hari pertama puasa Ramadan dan akan dilanjutkan kembali Sabtu ini. Protes-protes oleh lawan-lawan politik Karzai mengenai ketidakberesan pemilu membuat penghitungan baru bisa dimulai Kamis lalu. Itu berarti, lima hari setelah jutaan rakyat Afghan untuk kali pertama memberikan suara di tempat-tempat pemungutan suara guna memilih langsung pemimpin mereka. Selama beberapa jam, 34.078 suara telah dihitung. Sekitar 19.367 suara memilih Karzai. Hal itu menunjukkan dia unggul dengan meraih 57,9 persen suara yang telah dihitung sejauh ini. Demikian hasil penghitungan sementara yang disiarkan dalam situs internet Badan Pengelola Pemilu Gabungan (JEMB) Afghan-PBB. Karzai sangat difavoritkan menang setelah dia menjalankan pemerintahan sementara yang dibentuk seusai pasukan Afghan dan Amerika menggulingkan milisi Talib hampir tiga tahun lalu. Dia kini membutuhkan 51 persen suara agar tidak dikejar oleh saingan terdekatnya. Jamin Bantuan Dia anggota etnis Pashtun yang mayoritas di Afghanistan. Dia dianggap sebagai orang yang bisa menjamin mengalirnya miliaran dolar bantuan Barat yang dibutuhkan untuk membangun kembali negara yang luluh lantak akibat perang selama seperempat abad itu. Dia juga mampu mengatasi perpecahan etnis di negara yang sangat menginginkan perdamaian dan keamanan tersebut. Yunus Qanuni dari etnis minoritas Tajik bersaing untuk mendapatkan tempat kedua bersama 18 kandidat lainnya. Dia bersaing ketat dengan Abdul Rashid Dostum, dari suku Uzbek di Afghanistan utara. Keduanya mendapatkan suara hampir 16 persen. Namun Qanuni unggul 73 suara. Qanuni dipandang oleh banyak kalangan sebagai wakil Menhan Mohammad Qasim Fahim, yang pernah memimpin faksi milisi Tajik yang sangat berpengaruh. Namun dia berselisih dengan Karzai, terutama mengenai lambatnya kebijakan perlucutan senjata. Massouda Jalal, satu-satunya kandidat wanita, berada di urutan keempat dengan meraih 738 suara, sekitar 2,2 persen. Padahal, pemilih wanita Afghan mencapai 41 persen dari suara yang telah dihitung sejauh ini. Keikutsertaan perempuan dalam pemilu berbeda-beda antara daerah satu dan lainnya. Di sebagian provinsi Afghanistan selatan yang menjadi basis gerilyawan Talib dan sebagian besar suku Pashtun masih bersikap konservatif dengan melarang perempuan dalam politik, partisipasi mereka mencapai lebih dari 10 persen. Di Provinsi Faryab, kaum perempuan mencapai lebih dari setengah dari seluruh suara yang telah dihitung. Proses penghitungan suara dapat berlangsung selama tiga pekan. Kotak-kotak suara dibawa dari daerah-daera pegunungan dan gurun terpencil ke delapan pusat penghitungan suara dengan menggunakan mobil, helikopter, dan keledai. Seorang pejabat JEMB mengatakan kecenderungan hasil penghitungan suara yang lebih dapat diandalkan bisa terlihat dalam sepekan atau 10 hari mendatang.(rtr-ben-46) |