logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 Oktober 2004 INTERNASIONAL
Line

Sihamoni Ragu Campur Takut Terima Takhta

PHNOM PENH - Raja baru Kamboja Norodom Sihamoni, Jumat kemarin, mengatakan dia ragu campur takut menerima takhta itu. Dia menggunakan pesan pertamanya kepada rakyat untuk meminta maaf karena dia kurang pengalaman untuk jabatan itu.

Sihamoni (51) dipilih sehari sebelumnya untuk menggantikan sang ayah, Norodom Sihanouk, yang menyerahkan takhtanya secara mengejutkan. Sihanouk mengatakan dia khawatir terjadinya kekerasan lebih lanjut di Kamboja, yang masih trauma dengan kekuasaan brutal Pol Pot pada 1970-an, jika tidak ada suksesi yang jelas,

''Saya takut bahwa saya tidak bisa melaksanakan tugas besar ini dengan baik karena kurangnya pengalaman saya,'' kata Sihamoni dalam pesan tertulisnya dari Beijing, tempat sang ayah yang sudah uzur tinggal selama beberapa bulan untuk menjalani peratawan medis.

''Saya minta maaf,'' katanya. Namun dia menambahkan dia akan minta nasihat ayahnya. Dia dan Sihanouk akan kembali ke Phnom Penh dari Beijing pada 20 Oktober mendatang.

Sihamoni, seorang profesor tari yang sebagian besar waktunya dihabiskan di luar Kamboja, berjanji akan netral secara politik setelah penobatannya pada 29 Oktober mendatang.

Akan Netral

''Saya dengan sunguh-sungguh berjanji bahwa saya akan netral pada semua politikus, partai politik, dan akan melanjutkan kebijakan besar ayah saya, bapak kemerdekaan, kesatuan nasional, dan perdamaian,'' kata Sihamoni.

Sihanouk, yang akan berusia 82 tahun pada 31 Oktober mendatang, sangat terlibat dalam politik sepanjang hidupnya, saat dia memimpin Kamboja menuju kemerdekaan dari Prancis, berusaha menjauhkan negaranya dari Perang Vietnam, dan pada awalnya berpihak pada Pol Pot setelah digulingkan dalam kudeta.

Pengunduran dirinya yang mengejutkan dimaksudkan untuk menjamin suksesi berjalan lancar sebelum dia meninggal, dan dua majelis dalam parlemen Kamboja segera mengesahkan undang-undang untuk memungkinkan dia pensiun. Konstitusi Kamboja tidak memuat ketentuan tentang turun takhta.

Sihnaouk mengatakan dia akan tinggal di dekat kuil termasyhur Angkor Wat dan Sihamoni menyatakan dia akan sangat bergantung pada nasihat ayahnya. Sihamoni sebelumnya menjabat wakil Kamboja di UNESCO dan organisasi kebudayaan PBB di Paris.

''Orang tua saya mengatakan mereka akan menunjukkan kepada saya cara terbaik untuk menghormati, menyayangi, dan melayani agama dan rakyat kami,'' katanya.

Sihamoni menyatakan dia siap menerima gagasan apa pun dari semua warga Kamboja.

''Silakan, beri saya gagasan sehingga saya bisa memperbaiki kerja saya setiap hari, bulan, dan tahun untuk melayani kepentingan bangsa, rakyat, dan bhiksu kita,'' pintanya. (rtr-niek-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA