logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 Oktober 2004 INTERNASIONAL
Line

Fallujah Terus Diserbu Juru Runding Ditangkap

BAGDAD - Pasukan Amerika menangkap ketua tim perunding Fallujah Jumat kemarin, setelah serangan udara di kota yang dikuasai gerilyawan tersebut. Serangan udara itu merupakan bagian dari upaya AS untuk menggagalkan serangan gerilya di Irak selama bulan puasa Ramadan.

Thamim al-Nuaimi, seorang dokter rumah sakit, mengatakan lima warga sipil tewas dan 11 terluka dalam penyerbuan Kamis malam.

Kepolisian Fallujah, yang tidak bertanggung jawab kepada Pemerintah Sementara Irak dukungan AS, mengatakan Marinir AS telah menangkap ulama muslim Sunni Khaled al-Jumaili, kepala polisi kota itu, dan dua petugas polisi lainnya.

Mereka ditangkap ketika memindahkan keluarga mereka ke daerah wisata untuk menghindari serbuan udara Amerika.

Belum ada komentar dari pejabat AS tentang penangkapan Jumaili. Dia telah memimpin delegasi Fallujah dalam perundingan damai yang berantakan pekan ini dengan Pemerintah Sementara Irak.

PM Iyad Allawi mengancam Rabu lalu akan menyerang Fallujah, jika warga kota itu tidak menyerahkan militan-militan pengikut setia Abu Musab al-Zarqawi, militan Yordania yang diduga bersembunyi di Fallujah.

Klaim Pemboman

Zarqawi, musuh utama Amerika di Irak, kepalanya dihargai 25 juta dolar AS. Kelompok pimpinannya mengklaim telah melakukan dua aksi bom jibaku Kamis lalu yang menewaskan lima orang, termasuk tiga serdadu Amerika, di Zona Hijau Bagdad pada malam menjelang Ramadan. Serangan-serangan udara sengit menghantam Fallujah setelah ledakan-ledakan di Zona Hijau tersebut.

Pasukan Amerika dan Irak mengintensifkan tekanan terhadap sasaran-sasaran tempat persembunyian Zarqawi di dan sekitar basis gerilyawan Sunni di barat Bagdad.

Namun pihak militer membantah kampanye pengeboman itu merupakan awal bagi serangan berskala penuh untuk merebut Fallujah dari tangan gerilyawan. ''Itu merupakan bagian dari operasi-operasi militer yang sedang berlangsung di Fallujah. Ini bukan awal dari serangan besar,'' kata juru bicara Amerika.

Washington dan Bagdad bertekad merebut kembali kota-kota yang dikuasai gerilyawan menjelang pemilu yang akan diselenggarakan Januari mendatang.

Milisi Syiah telah menyerahkan senjata ke polisi di Distrik Kota Sadr, Bagdad, bersamaan dengan kampanye senjata ditukar uang yang berlangsung lima hari. Kampanye tersebut diperpanjang lima hari lagi, kemarin.

Polisi di sebuah pos penyerahan senjata mengatakan senjata-senjata yang dikumpulkan sejauh ini telah dibawa ke sebuah stadion olahraga. Mereka tidak memberikan alasan mengenai perpanjangan batas waktu penyerahan senjata tersebut.

Kesepakatan dengan para pengikut ulama radikal Moqtada al-Sadr bertujuan menghentikan pertempuran dengan pasukan AS yang berlangsung beberapa pekan di kota kumuh di timurlaut Bagdad tersebut.

Bom Mobil

Bulan Ramadan, yang menurut minoritas Sunni Irak jatuh pada Jumat (15/10), akan dimulai Sabtu ini oleh muslim Syiah yang mayoritas di Irak.

Tidak terjadi aksi bom jibaku terkoordinasi yang menimbulkan bencana di Bagdad seperti pada awal Ramadan tahun lalu. Saat itu, sedikitnya 40 orang tewas dalam serangan bom di kantor Komite Internasional Palang Merah dan tiga kantor polisi.

Namun serangan bom mobil telah melukai lima petugas polisi dan lima warga sipil di dekat kantor polisi di selatan Bagdad, kemarin, kata Kementerian Dalam Negeri. Dua mobil polisi rusak parah.

Militer mengatakan penyerbuan di Fallujah pada pukul 02.38 dini hari (06.38 WIB) menghantam ''tempat-tempat komandan dan kontrol'' yang digunakan oleh para pemimpin kelompok Zarqawi untuk menyimpan senjata dan merancang serangan.

Pihak Amerika menambahkan, serangan udara yang berlangsung sejak Kamis lalu telah menghancurkan banyak sasaran persembunyian Zarqawi. (rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA