logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 Oktober 2004 EKONOMI
Line

Berawal dengan Jualan Jamu Kunir Rp 600

MINUMAN sehat tradisional Mahkota Dewa, sirup pace, dan ekstrak pace dengan merek "Tiga Dara" kini makin dikenal masyarakat. Wajar, jika Iriyanti bersama suaminya, Henry Kiswanto, produsen minuman itu berbangga hati. Mereka pada tahun 1996 mengawali usahanya tersebut sebagai pembuat jamu kunir dalam kemasan plastik yang dijual dengan harga Rp 600.

Pemasarannya pun hanya di daerah perumahan sekitar tempat tinggal mereka, dan ada juga yang dititipkan ke berbagai instansi pemerintah melalui para tetangganya yang bekerja di instansi tersebut. Kini perkembangannya maju pesat, pemasaran produknya sudah mencapai Jakarta, Surabaya, Bengkulu, dan Batam. Tidak hanya itu saja, mereka juga memiliki beberapa cabang di Kudus, Pati, Lasem, dan Sragen.

Jatuh bangun silih berganti dialaminya hingga mampu meraih sukses. Keuletan, kerja keras serta inovasi yang terus dilakukan akhirnya mampu mengantarkan mereka keluar dari berbagai kesulitan. Pada tahun 2003, produk sirup pace mereka kalah bersaing dengan cuka apel (apel fermentasi). Namun hal itu justru menjadi cambuk bagi Iriyanti untuk mencari peluang bisnis lainnya. Selanjutnya pada tahun 2004, dia mulai melirik Mahkota Dewa karena terinspirasi oleh dr Hembing.

"Inspirasi pembuatan sirup Mahkota Dewa datang dari dr Hembing, melalui buku-buku dan ceramahnya di televisi," katanya.

Apa keunggulan Mahkota Dewa? Sirup Mahkota Dewa memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan beragam penyakit seperti tumor, kanker, reumatik, darah tinggi, stroke, jantung, liver, ginjal, dan masih banyak lainnya. Berbeda dengan mahkota dewa yang dapat diminum siapapun, minuman yang terbuat dari pace tidak boleh dikonsumsi oleh penderita tekanan darah rendah.

"Minuman pace tidak boleh diminum penderita tekanan darah rendah karena efek sampingnya justru akan membuat penderita semakin drop (sakit-Red)," jelasnya.

Tetapi untuk jenis minuman pace, dia memiliki keunggulan dibandingkan pengusaha lainnya yaitu dengan berhasil membuat ekstrak pace yang diambil dari sari pace. Khasiat minuman sehat itu terbukti sudah berhasil menyembuhkan beberapa penderita yang mengonsumsinya.

"Merupakan kepuasan tersendiri bagi saya, saat pembeli datang dengan mengatakan mereka (pembeli-Red) sudah sembuh," tuturnya.

Bahan baku yang digunakan serta kegunaannya antara lain sambiloto (antibioitik), kunyit putih (kanker), temulawak (liver), daun dewa (hepatitis), dan pyang hong (pemulihan luka bekas operasi). Proses pembuatannya yaitu diawali dengan mengeringkan seluruh bahan baku, direbus, selanjutnya hasil rebusan tersebut disaring. Kapasitas produksi Mahkota Dewa dan Pace dalam dua hari tersebut sebanyak 60 botol berukuran 620 ml/botolnya. Hingga saat ini, mereka telah berhasil memperoleh omzet produksi Rp 5 juta/bulannya. (Hernandhono-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA