| Sabtu, 16 Oktober 2004 | EKONOMI |
Dibayangi Harga Minyak Dunia Rupiah Tunjukkan KekuatannyaJAKARTA- Mendekati pergantian pemerintahan rupiah terus menunjukkan keperkasaannya. Jika sehari sebelumnya menguat dan berada di posisi Rp 9.090/dolar AS maka di perdagangan akhir pekan, Jumat kemarin, kembali menguat Rp 5 menjadi Rp 9.085. Diperkirakan rupiah akan terus menguat sampai kabinet SBY dilantik dan diterima pasar. Meskipun nilai rupiah dibayangi oleh naiknya harga minyak dunia sebesar 55 dolar AS/barel, Bank Indonesia (BI) meyakini tidak terlalu mengkhawatirkan bagi kurs rupiah. Sebab Indonesia bukan pengimpor murni minyak dunia. Tetapi juga produsen yang mengekspor minyak mentah. ''Jadi dampaknya akan berbeda jika dibandingkan dengan negara pengimpor murni seperi Korea, Thailand atau China,'' kata Aslim Tadjudin, Deputi Gubernur BI, di Jakarta, kemarin. Sebaliknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) ditutup melemah tipis 2,071 poin di level 857,593. Pergerakan indeks dibayangi melambungnya minyak dunia dan sebagian investor yang melakukan aksi ambil untung (profit taking). Meskipun demikian perdagangan berlangsung sepi. Di pasar reguler terjadi transaksi 14.632 kali dengan saham yang berpindah tangan 1.731.620 lot senilai Rp 721,191 miliar. (wa-82) |