| Sabtu, 16 Oktober 2004 | EKONOMI |
PLN Akan Terbitkan Obligasi Rp 1,5 TriliunJAKARTA- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 triliun untuk membiayai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Muara Tawar di Bekasi. Proyek itu sebenarnya telah selesai dan akan memasok listrik 850 megawatt. Namun biayanya menggunakan sebagian ekuitas BUMN itu sehingga harus dicarikan penggantinya. Untuk keperluan itu PLN akan melakukan penawaran umum (initial public offering/IPO) obligasi pada awal November 2004. Nilai obligasi yang ditawarkan Rp 1,5 triliun, dengan peringkat obligasi single A dari PT Kasnic Credit Rating Indonesia. Direktur Keuangan PT PLN, Parno Isworo, kepada pers di Jakarta, kemarin, mengatakan sebenarnya pembangunan PLTG Muara Tawar ini telah selesai pada Juni 2004. Namun dana yang digunakan sesuai rencana akan menggunakan dana obligasi yang memiliki jangka waktu 10 tahun dengan pembayaran kupon setiap tiga bulan. PLN akan selalu memelihara perbandingan antara kewajiban keuangan dan total aktiva setiap saat, tidak lebih dari 80:100, serta perbandingan EBITDA dan beban bunga tidak kurang dari 2:1. Menurut dia, obligasi yang ditawarkan PLN memiliki beberapa kelebihan, antara lain entry barrier (hambatan awal) yang tinggi. Pertumbuhan permintaan tenaga listrik mencapai 6%-10% per tahun dan keterbatasan kapasitas pasokan tenaga listrik memberikan kesempatan pada perseroan untuk terus tumbuh. Obligasi VII PLN dijadwalkan akan dicatatkan di Bursa Efek Surabaya (BES) pada 11 November 2004 dengan perkiraan tanggal efektif 29 Oktober 2004 dan masa penawaran 3-5 November 2004. Masa book building tanggal 13-21 Oktober 2004 dan masa pendataan 8 November 2004. Bertindak sebagai penjamin pelaksanaan emisi PT Danareksa Sekuritas, PT Trimegah Securities Tbk, dan PT Bahana Securities. (wa-82) |