| Sabtu, 16 Oktober 2004 | BANYUMAS |
173 Kasus DBD selama 2004PURWOKERTO- Penanggulangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Banyumas melibatkan masyarakat. ''Lebih baik mencegah daripara mengobati. Lebih baik membunuh 1.000 jentik nyamuk daripada membunuh seekor nyamuk dewasa,'' ujar Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) Kabupaten Banyumas dr H Choirul Mufied, Kamis (14/10). Dia mengemukakan hal itu seusai membuka rapat kerja Kelompok Kerja Nasional Pemberantasan Sarang Nyamuk di Graha Satria. Dia menyatakan awal tahun 2004 Banyumas disibukkan oleh kasus DBD. Kasus DBD dialami hampir di seluruh wilayah Indonesia karena mudah menular dan bisa menyebabkan kematian. Sejak tahun 1999 sampai September 2004, ujar dia, DBD cenderung meningkat. Untuk mengatasi butuh biaya besar, terutama untuk membiayai sektor kesehatan. Selain itu, perlu melibatkan masyarakat untuk mencapai Banyumas Sehat pada tahun 2010. Dia mengemukakan pada tahun 1999 ada 19 kasus, tahun 2000 15 kasus, tahun 2001 34 kasus, tahun 2002 72 kasus. Tahun 2003 yang merupakan siklus lima tahunan meningkat menjadi 97 dan sampai september 2004 ada 173 kasus. Pencegahan Penanganan DBD, kata dia, tak perlu menunggu orang sakit. Jadi harus ada pencegahan. Apalagi masalah DBD bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Perlu pula kesadaran masyarakat untuk memotong siklus kehidupan nyamuk melalui pemberantasan sarang nyamuk. ''Lebih baik angka kasus DB tinggi tetapi tak ada kematian daripada kasus kecil tetapi ada kematian.'' Dia mengemukakan peran Rotary Club Purwokerto tidak kecil dalam memberdayakan masyarakat untuk piket bersama. Kegiatan itu diawali pelatihan pada kader dasawisma, pengelola tempat ibadah, dan dokter kecil. Juga pemberian bantuan senter dan kartu piket serta pengadaan poster, stiker, dan leaflet. (P52-86) |