| Sabtu, 16 Oktober 2004 | BANYUMAS |
Stok Bahan Pokok Cukup
PURWOKERTO - Selama Ramadan dan Lebaran, persediaan bahan pokok di Kabupaten Banyumas cukup. Masyarakat tak perlu khawatir, meski permintaan bakal meningkat dan harga naik. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Banyumas, Suyatno SSos MHum, kemarin, menyatakan harga bahan pokok bisa dipastikan naik. Namun kenaikan harga itu relatif wajar. ''Sebab, permintaan akan kebutuhan barang meningkat. Jika harga naik sangat wajar. Masyarakat tak perlu cemas karena stok cukup.'' Dia menyatakan stok beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging sapi, dan daging ayam selama Ramadan dan Lebaran cukup. Stok beras 164.369 ton, sedangkan kebutuhan 114.097 ton. Jadi ada surplus 50.272 ton. Persediaan beras itu mencukupi untuk tiga setengah bulan. Harga beras medium masih antara Rp 2.300 dan Rp 2.400/kg (IR 64). Stok gula pasir (medium) dengan harga di pasaran Rp 4.000/kg 190 ton. Persediaan gula kelapa seharga Rp 3.500-Rp 4.000/kg pun cukup. Minyak sayur harga Rp 5.950/ kg dengan persediaan 4.800 kg/hari. Minyak malinda harga Rp 4.550/kg dengan persediaan 23.600 kg/hari. Adapunstok telur dengan harga Rp 7.000/kg 3.000 kg/hari. Daging ayam Rp 9.000/ kg 3.000 kg/hari dan stok daging sapi Rp 34.000/kg sebanyak 5.845 kg/hari. Minyak Tanah Kuota minyak tanah Kabupaten Banyumas, kata dia, 185.000 l/hari dari 11 agen. Sebelumnya kuota hanya 180.000 l/hari dari 10 agen. ''Kabupaten Banyumas dapat tambahan satu agen, Semula 10 agen dengan 180.000 l/hari, sekarang 11 agen dengan kuota 185.000 l/hari,'' kata Suyatno. Dia menyatakan dalam kondisi normal kuota 185.000 l cukup untuk sekitar 1,5 juta jiwa penduduk. Namun menghadapi Lebaran, kuota itu diperkirakan kurang. Menjelang Lebaran, kebutuhan minyak untuk memasak bertambah. ''Pemerintah sudah berkoordinasi dengan Hiswana Migas untuk melakukan operasi pasar minyak tanah,'' katanya. Pemerintah juga telah mengantisipasi kemunculan spekulan minyak tanah berkait dengan kenaikan permintaan menjelang Lebaran. Secara rutin, kata dia, pemerintah bersama Hiswana Migas terus memantau situasi. ''Kalau ada pihak menimbun minyak tanah akan kami tindak tegas. Sanksinya cukup berat.'' (G23-86) |