logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 Oktober 2004 BANYUMAS
Line

Dekis Terkapar Dikeroyok Massa

PURBALINGGA- Setelah buron sekitar setahun akibat kasus pembunuhan, Siswoyo alias Dekis (25), warga Dukuh Kuyukan, Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari, terkapar dikeroyok massa, Kamis (14/10) petang. Dia kini dirawat intensif di RSUD Margono Purwokerto, karena terluka parah di kepala.

Dua polisi berjaga-jaga di kamar perawatannya. Dekis jadi buron polisi setelah membunuh Suhad (33), warga Desa Mipiran, Kecamatan Padamara, Agustus 2003. Pembunuhan itu terjadi di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Banyumas, saat berlangsung pertunjukan organ tunggal menyambut HUT RI.

Setelah pengeroyokan itu, dia kabur ke Jakarta. Namun 12 rekannya yang mengeroyok Suhad dapat dibekuk aparat Polsek Kutasari saat bersembunyi di Jakarta. Dekis dapat menghindari kejaran polisi. Saat ini ke-12 temannya telah dijebloskan di penjara Purwokerto.

''Mungkin karena menganggap sudah aman, tahu-tahu Dekis nongol di desanya. Dia nonton pertandingan sepakbola antara Padamara dan Limbangan di lapangan Desa Limbangan. Saat itu ada seorang warga Mipiran melihatnya. Dia pun mengajak puluhan tetangganya mendatangi Dekis,'' kata Kapolres AKBP Drs Raja Haryono, didampingi Kapolsek Kutasari AKP Suharsono, kemarin.

Dekis pun jadi bulan-bulanan sekitar 30 pemuda Mipiran. Saat itu tak satu pun warga Limbangan membantu dia karena selama ini perbuatan Dekis sering meresahkan tetangga. Mereka hanya menonton saat jagoan kampung itu dikeroyok. Setelah dia tak berdaya, para pengeroyok meninggalkannya tergeletak di pinggir lapangan.

Warga membawa Dekis ke RSU Harapan Ibu. Namun karena terluka parah di kepala, dia dirujukkan ke RSU Margono Purwokerto.

Anggota GAM

Kapolsek yang mendengar insiden itu langsung meluncur ke RSU. Dia berkoordinasi dengan Kapolsek Sumbang, Banyumas, AKP Turyanti. Selanjutnya pengawasan terhadap Dekis diserahkan ke aparat Polres Banyumas.

''Dekis menjadi target operasi Polres Banyumas dalam kasus pembunuhan di Sumbang. Dia pernah berurusan dengan Kodim karena mengaku anggota TNI dan membawa lari seorang perempuan. Dia juga pernah disel di Polres Purbalingga. Bahkan dia pernah keluar-masuk hutan karena ikut-ikutan jadi anggota GAM ketika berada di Aceh,'' ujar Kapolres.(F10-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA