| Kamis, 14 Oktober 2004 | SALA |
Timbangan Pedagang Ditera UlangSRAGEN- Menjelang puasa dan menyambut lebaran, petugas Balai Metrologi Solo melakukan tera ulang dan pengecekan akurasi timbangan pedagang di Sragen. Sebanyak 1.200 timbangan milik pedagang Pasar Bunder dan pedagang pasar lain di Kecamatan Sragen Kota kemarin diperiksa. ''Pemeriksaan alat timbang dilakukan agar masyarakat tidak dirugikan,'' tutur Suyono, petugas pemeriksa timbangan Balai Metrologi Solo. Timbangan yang ditera antara lain timbangan meja (TM), senticimal (ST), neraca emas, timbangan obat, surat, pegas, dan elektronik. Kegiatan tera digelar selama 8 hari di halaman Kantor Kecamatan Sragen Kota sejak Senin lalu. Pengujian melibatkan Balai Metrologi Solo, Kantor Indakop, dan penyedia jasa perbaikan dan pengecatan timbangan. ''Pihak Metrologi hanya bertugas mengesahkan dan membatalkan kelaikan timbangan,'' ujar Suyono. Adapun perbaikan ditangani tenaga jasa servis. Biaya Tera Dia mengatakan, akurasi timbangan pedagang sering meleset jika pemakaiannya sudah sekitar setahun. Karena itu setiap tahun pengujian ulang perlu dilakukan. Reparasi timbangan dilakukan tenaga jasa yang berada di lokasi tera ulang. Peralatan timbangan yang rusak atau bergeser perlu direposisi dengan diselep atau digerinda onderdilnya. Setelah pengecekan dan pengujian rampung, alat timbang tersebut dibubuhi tanda tera, berupa stiker dan digetok. Biaya pengujian itu tidak mahal. Sesuai dengan SK Gubernur biaya pengujian timbangan TM Rp 3.000 dan TS Rp 7.000. Timbangan lain juga diatur sesuai dengan tabel biaya. Pemilik timbangan biasanya juga mengecatkan peralatannya agar tampak baru lagi. Dua petugas Kantor Industri Perdagangan dan Koperasi (Indakop) Sragen, Darto dan Endang, ikut memantau di lokasi pengujian. Konsumen yang biasa berhubungan dengan pedagang menengarai, kerusakan timbangan pedagang cenderung merugikan konsumen. ''Jarang terjadi kerusakan timbangan itu menyebabkan kerugian di pihak pedagang,'' tutur Suratno, konsumen. Sebaliknya, Ny Suwarni pedagang sayur Pasar Bunder mengatakan, pedagang yang curang dengan menyiasati timbangan akan ditinggal pelanggannya. ''Sekarang konsumen sudah pintar, bahkan banyak ibu rumah tangga memiliki alat timbang sendiri di rumah,'' tuturnya.(nin-85i) |