logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 PANTURA
Line

Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD

  • Tuntut Supremasi Hukum

PEKALONGAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIN Pekalongan, Rabu (13/10) siang kemarin menggeruduk gedung DPRD.

Mereka meminta agar supremasi hukum harus dilakukan dan menjadi agenda utama anggota Dewan baru. "Untuk mewujudkan negara makmur berkeadilan dan berkeadaban, hukum harus menjadi tujuan utama," ujar Ketua PMII Cabang Pekalongan Heri Bayu Murti menyampaikan aspirasinya.

Kedatangan mereka di rumah rakyat tersebut sambut oleh Ketua DPRD Abdul Rozak dan beberapa anggota Dewan lain, seperti Drs Pratikno (FPDI-P), Bowo Leksono (FKAK), dan Jamaludin (FKAK). Begitu sampai di ruang tunggu kantor tersebut, puluhan mahasiswa langsung duduk berjajar di lantai. Sementara itu, petugas keamanan dengan sabar menunggu para mahasiswa yang berorasi dan menyampaikan aspirasinya.

Heri menekankan, 2004 ini menjadi awal dari sebuah sistem baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. "Presiden dipilih secara langsung, koalisi antarpartai dibangun, kontak sosial pun ditandatangani. " ungkap dia yang disambut teriakan pembenaran oleh mahasiswa lainnya. Lalu untuk apa semua ini? Tentunya, lanjut dia, semua itu untuk memulihkan kesejahteraan rakyat Indonesia selama beberapa tahun ini terkebiri kebebasan dan kehidupannya.

Di sela-sela unjuk rasa tersebut, kepada Suara Merdeka Heri mengemukakan, kemandirian setelah pemilu yang dilaksanakan secara langsung tidak menutup kemungkinan untuk pemilihan dari tingkat daerah hingga desa juga demikian. Jika hal ini dapat dilakukan, berarti proses demokrasi yang sering digembar-gemborkan selama ini benar-benar demokrasi kerakyatan. Sebab, masyarakat kembali akan melakukan pemilihan langsung pemimpin mereka pada tingkat daerah hingga desa.

MSH Habib, salah seorang koordinator pengunjuk rasa, meminta kepada anggota Dewan baru agar lebih mementingkan kepentingan rakyat. Di samping itu, dia juga menuntut anggota Dewan agar tidak melupakan rakyatnya yang telah memercayai mereka. "Saya takut, karena sudah merasakan enaknya 'kursi empuk' DPRD, lalu lupa dengan masyarakat," ujar dia.

Dia menekankan, semua tempat hiburan di Kota Batik agar ditutup. Mengingat sebentar lagi Ramadan tiba sehingga dapat masyarakat dapat menunaikan ibadah puasa dengan baik. Para penjual makanan bila siang hari juga harus menutup warungnya untuk menghormati bulan Puasa.

Sementara itu, Ketua DPRD Pekalongan Abdul Rozak yang ikut menemui para pengunjuk rasa menjanjikan, dia dan rekan-rekannya akan memenuhi semua aspirasi mahasiswa. Paling tidak, para anggota Dewan akan berusaha melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan baik. "Insya Allah, kami akan berusaha keras agar semua aspirasi yang dilontarkan hari ini dapat kamu lakukan."(H4-34j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA