| Kamis, 14 Oktober 2004 | PANTURA |
Geladi Bersih Alot dan Terancam BatalGELADI bersih pemilihan pimpinan DPRD Pemalang periode 2004-2009 di ruang rapat paripurna kemarin berjalan alot. Bahkan, ada rumor pelaksanaan agenda penyusunan para elite pimpinan di lingkungan wakil rakyat itu terancam batal. Atau, diundur tidak jadi dilaksanakan Kamis (14/10) ini karena ada persoalan. Geladi bersih yang dipimpin Ketua Panitia Teknis H Agus Sukoco didampingi Sekretaris Dewan Drs Sularso Wignyosumarno dan anggota dari tiap-tiap fraksi awal mula berjalan mulus. Akan tetapi, ketika sampai pada poin pelaksanaan pemilihan tiba-tiba anggota Dewan saling menunjukkan jari untuk interupsi. Mereka saling beda pendapat apakah pemilihan dilakukan dengan pencoblosan atau memberikan tanda silang. Adu argumentasi saling dilontarkan. Ada yang berpendapat, jika dengan tanda silang akan timbul persoalan keabsahannya. Ada yang berpendapat bagaimana jika tanda silangnya tidak sama misalnya diberi gambar kaki atau lainnya? Sementara bila dengan coblosan, ada juga yang mengkhawatirkan akan terjadi persoalan. Bagaimana jika coblosannya melenceng atau robek, sah atau tidak? Lalu bagaimana jika coblosan tidak dilakukan dengan alat yang tidak disediakan. Melelahkan Perdebatan soal itu berlangsung lama dan melelahkan, bahkan Sekwan Sularso angkat bicara bahwa dalam rapat itu tidak untuk persetujuan karena Panitia Teknis sudah konsultasi dengan Gubernur dan tata caranya disetujui. "Namun, berdasarkan survei dan pengalaman yang sudah-sudah, pemilihan dengan membubuhkan tanda silang paling sedikit membawa risiko persoalan," katanya. Penjelasan itu langsung disambar dengan interupsi. Drs Rubai dari FKB mengemukakan, jika tata cara sudah dikonsultasikan kepada Gubernur, kenapa mesti dipersoalkan lagi. Seharusnya, hal itu dilakukan sebelum dimintakan konsultasi kepada Gubernur. Kalau sampai terjadi perdebatan seperti itu menunjukkan, panitia patut dipertanyakan kinerjanya. Dia juga minta agar para kandidat membuat surat pernyataan siap menjadi pemenang dan siap jika tidak terpilih. Karena sangat alot dan saling interupsi, sidang diskors 10 menit untuk memberikan kesempatan tiap-riap fraksi menentukan apakah dengan coblosan atau pembubuhan tanda silang. Ketika rapat digelar kembali, kelima fraksi yakni FPPS, FPG, FADK, FKB dan FPDI-P menyetujui pilihan dengan membubuhkan tanda silang.(Saiful Bachri-42j) Prediksi Dukungan Kandidat
|