| Kamis, 14 Oktober 2004 | PANTURA |
Persiapan Hadapi Lebaran (1)Daerah Rawan Macet Diantisipasi sejak Dini''HANYA ada satu kesimpulan dalam rapat hari ini, yakni jalur pantura mulai dari Gringsing (Batang) hingga Tanjung (Brebes), siap untuk dilalui angkutan lebaran,'' kata Abdul Gaffar SH, Kepala UPT LLAJ Pekalongan dalam rapat koordinasi untuk mempersiapkan angkutan selama lebaran, natal dan tahun baru, kemarin. Ditinjau dari segi personel yang akan ikut Operasi Ketupat dan Operasi Lilin, menurut Kasubag Lalu Lintas Polwil, Kompol Indra, tidak ada masalah. Dari kepolisian, misalnya, sudah disiapkan 1.416 orang. Kemudian disusul dari Kodim 98 orang, Dinas Perhubungan (66), Satpol (89), Linmas (96), RAPI (93), Dinas Kesehatan (52), dan lain-lainnya. Indra mengakui, jalur pantura mulai Tanjung hingga Gringsing sepanjang 155,5 km memang masih ada kendala berkait dengan beberapa daerah rawan kemacetan. Daerah rawan macet di Batang, misalnya, di daerah penggal jalan di Gringsing dan Pasar Batang. Di Gringsing jalan itu merupakan tanjakan sehingga memungkinkan terjadinya kecelakaan atau kemacetan. Daerah penggal jalan lain yang rawan kecelakaan adalah di Wiradesa (Kabupaten Pekalongan). Di Pemalang kemacetan rawan terjadi di pertigaan Comal, jalan lingkar utara, Jalan Ampel Gadung. Di Jalan Ampel Gading ini selisih badan jalan dan bahu jalan mencapai 15 cm. Namun Pinbagpro, Bina Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah Tegal, Ir Ateng Johari sudah menyanggupi menguruk jalan itu. Bahkan pengurukan bahu jalan sepanjang 16,5 km itu akan dilakukan mulai hari ini (14/10). Menurut Indra, rawan kemacetan juga terjadi di Pasar Surodadi Kabupaten Tegal dan di Kota Tegal, seperti Jl MT Haryono, Jl Gajahmada, dan Jl Sugiono. Adapun di Brebes kerawanan terjadi di Limbangan, Losari, Bumiayu, Ketanggungan, Bulakamba. Kali Banger Selain itu, masih banyak daerah rawan macet lain, misalnya beberapa di lokasi pasar seperti di Pasar Batang, Wiradesa (Pekalongan), beji (Pemalang), Pasar Pagi (Tegal), dan pasar induk Brebes, dan beberapa pasar lainnya. Jalan rawan macet juga terjadi di Kota Pekalongan. Ini diketahui di jembatan Kali Banger yang menyempit dan di Jembatan Tirto. Selain itu, Bina Marga menyebutkan, adanya 12 jembatan yang dikhawatirkan rawan putus jika material di sungai itu digali oleh warga sekitarnya. Kendala kemacetan lain adalah terjadi di palang pintu KA. Jalur Pantura di Polwil, kata Indra terdapat 135 perlintasan KA. Dari jumlah itu baru 71 yang ada palang pintunya. (Trias Purwadi-34i) |