| Kamis, 14 Oktober 2004 | PANTURA |
Trayek Semrawut, Belasan Awak Angkota MogokPEMALANG - Belasan awak angkutan kota (angkota) siang kemarin mogok tidak menarik penumpang. Aksi itu sebagai protes terhadap sejumlah kendaraan penumpang lain yang dalam operasionalnya tidak sesuai jalur trayek yang ditentukan, sehingga mereka merasa dirugikan. Aksi itu diawali di Jalan Jenderal Sudirman Barat depan Kantor Pegadaian pukul 12.00, sebelum anak-anak sekolah pulang. Meski begitu tak sedikit pula penumpang yang tak terangkut. Awak angkota yang mogok adalah yang memiliki trayek G 1 dan G dengan jurusan Pemalang-Banjarmulya. Aksi diawali dengan berhenti di Jalan Jenderal Sudirman Barat. Semula hanya beberapa kendaraan, tapi terus mencegat kendaraan serupa untuk berhenti dan ikut mogok. Memilih Dalam Kota Menurut Koordinator Aksi, Nurdin, kini banyak angkota yang dalam operasionalnya tidak memperhatikan rute trayek. Mereka banyak memilih rute dalam kota. Padahal, rute itu milik trayek G dan G1. Karena banyak yang masuk kota akhirnya angkota trayek G dan G1 berkurang pendapatannya. ''Pendapatan kami semula jika tidak diserobot kendaraan lain Rp 70.000 ke atas, sehingga bisa menutup setoran. Kini pendapatan kami maksimal hanya Rp 60.000,'' katanya didampingi awak angkota lain. Sejumlah angkota yang melakukan pelanggaran rute trayek itu antara lain angkutan umum jenis angkudes (angkutan pedesaan) jurusan Pemalang-Bantarbolang. Kendaraan itu mestinya setelah sampai di gudang balok Bojongbata belok ke timur. Namun, yang terjadi mereka terus lurus melewati dalam kota Jalan Gatot Subroto. Pelanggaran serupa dilakukan pula angkota trayek E jurusan Petarukan-Pemalang. Mereka seharusnya setelah melewati alun-alun terus masuk ke Jalan RE Martadinata, Jalan Kamboja dan Pasar Pagi. Namun, yang terjadi masuk ke Jalan Jenderal Sudirman. Mereka minta agar aparat berwenang seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP atau Satlantas mau menindak angkota yang melanggar trayek. Sehingga, trayek dapat berjalan dengan tertib. Tidak saling serobot dan rebutan penumpang. Ketika sampai di Kantor Dinas Perhubungan mereka tidak berhasil menemui Kepala Dinas, Riskontoro. Yang bersangkutan sedang ada acara di Pekalongan. Para awak angkota hanya ditemui staf, Untung Pudjadi dan Sudadi. Kedua staf menjanjikan agar peserta aksi Kamis ini (14/10) datang lagi.(sf-42) |