logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 WACANA
Line

RDK ibarat Supermarket

Oleh: Akhmad Saefudin - Mahasiswa Ilmu Komunikasi UT-UPBJJ Purwokerto

BAGI mahasiswa, Ramadan di Kampus (RDK) bukanlah saat untuk bersantai- santai atau bermalas-malas karena alasan sedang berpuasa. Sebaliknya, RDK adalah saat yang sangat efektif untuk melakukan berbagai amaliyah maupun aktivitas ilmiah.

Hal tersebut telah dirintis oleh pionir RDK di negeri ini, yakni Jamaah Salahudin (Masjid Kampus UGM) dan Jamaah Salman (Masjid Kampus ITB). Boleh dikata, Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) di kampus setempat kalah populer dengan kedua lembaga tersebut.

Di perguruan tinggi lain, RDK mulai tumbuh dengan motor utama UKKI kampus masing-masing. Di Universitas Sebelas Maret Surakarta, misalnya, UKKI bersinergi dengan Jamaah Nurul Huda (Masjid Kampus UNS) menggelar berbagai event dalam paket RDK.

Pada praktiknya, RDK bukan semata-mata shalat tarawih berjamaah atau kuliah tujuh menit (kultum) di masjid kampus. RDK tidak saja diwarnai kegiatan amaliyah Ramadan, namun juga diramaikan berbagai kegiatan ilmiah, seperti dialog, diskusi, seminar, atau simposium. Acara hiburan, pentas seni/teater, bazar buku, pasar murah, dan bakti sosial pun turut menyemarakkan RDK.

Bagi mahasiswa yang cukup jeli, RDK ibarat supermarket -tempat belanja berbagai kebutuhan. Mahasiswa pencinta seni, misalnya, dapat mengikuti diskusi dan dialog budaya, menyaksikan pentas seni, berpartisipasi aktif daam apresiasi seni (Islami), dan sejenisnya.

Bagi mahasiswa yang berminat untuk mendalami pengetahuan agama, mereka dapat bergabung dengan forum-forum kajian yang banyak digelar oleh UKKI, organisasi ekstra maupun intra kampus setempat.

Apabila kita cermati, ternyata seminar dan diskusi ilmiah lebih marak selama bulan Ramadan. Di sejumlah kampus, Ramadan identik dengan "bulan seminar" karena bulan ini sarat dengan berbagai diskusi dan seminar ilmiah. Hal itu dapat kita lihat dari banyaknya spanduk yang terpampang di jalur-jalur ramai atau tempat-tempat strategis di sekitar kampus.

Bagi mahasiswa yang suka hunting diskusi dan seminar ilmiah, Ramadan adalah saat yang ditunggu-tunggu. Pada bulan mulia ini tersedia beraneka pilihan, mulai dari workshop jurnalistik, indoor training hingga berbagai macam short course (Leadership, ESQ, Quantum Learning, PR, MC, dan lain-lain).

Jika dalam satu minggu ada dua hingga tiga kegiatan seminar, maka dalam sebulan (Ramadan) minimal mereka dapat mengikuti delapan seminar. Bagi mahasiswa yang koceknya terbatas, hal ini dapat disiasati dengan membeli "tiket" secara patungan. Tiga atau empat orang, misalnya, iuran untuk membeli satu tiket seminar dan cukup satu di antara mereka yang menghadiri seminar.

Usai seminar, keempatnya berkumpul kembali untuk melakukan sharing dan berdiskusi kecil. Pada kesempatan yang lain, ditunjuk anggota kelompok secara bergilir untuk mengikuti seminar. Setelah itu, makalah seminar difotokopi untuk kemudian dibahas bersama-sama. Demikian seterusnya.

Membaca Peluang Bisnis

RDK adalah moment yang sangat menggembirakan bagi mahasiswa yang cukup "cerdas" membaca peluang bisnis. Bagi mereka, event seminar adalah pasar potensial untuk berjualan sticker, buku-buku best seller, atau buku yang ditulis oleh pembicara seminar.

Bagi yang memiliki kemampuan lobi dan "daya endus" bisnis yang tinggi, jauh-jauh hari mereka dapat melakukan deal-deal dengan panitia seminar untuk pengadaan kartu undangan, sticker, seminar kit, vandel, spanduk, hingga logistik (snack, makan dan minum) - apabila seminar itu diakhiri dengan acara buka puasa bersama, misalnya.

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Bulan ini sangat efektif untuk menimba ilmu, menanam amal, dan berkarya nyata, termasuk mengais rizki. Puasa adalah wujud ketakwaan kepada Allah SWT yang harus didukung oleh kinerja yang optimal, didasari niat lillahi ta'ala.

Jika demikian halnya, RDK adalah pasar untuk belanja aneka kebutuhan. Bukan saja untuk memenuhi kebutuhan dunia, namun juga penanaman "saham" bernilai akhirat. Semoga demikian. (29)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA