logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 WACANA
Line

Surat Pembaca

Jangan Arogan

Dalam perjalanan ke kantor 6 Oktober 2004 pukul 07.45, saat sampai di depan perkantoran gedung eks Fastabik/BRI Teuku Umar Semarang mobil saya berhenti mendadak karena di depan ada motor yang akan menyeberang jalan. Belum hilang kaget karena pengendara motor tersebut, saya masih dikejutkan oleh gebrakan keras di pintu mobil sebelah kanan.

Saya sampai gemetar dan setelah saya tengok ternyata yang menggebrak mobil adalah seorang tentara mengendarai motor Honda Supra H 5592 .. Saya langsung membuka kaca tetapi Bapak tersebut terus jalan dan menengok ke belakang (melihat ke arah saya).

Arogan sekali bapak tersebut, mentang-mentang tentara dapat seenaknya menggebrak pintu mobil sampai agak penyok. Saya berhenti mendadak karena di depan ada motor yang menyeberang. Kenapa Bapak bertindak sewenang-wenang dan menakutkan seperti itu?

Ine Rosana
Jl Sawunggaling Timur 27 Semarang

***

PT Harpindo Jaya Mengecewakan

Beberapa waktu lalu saya mengambil Yamaha Jupiter di dealer Majapahit Semarang. Baru 2 hari dikirim, motor tidak bisa distater. Dari pihak Harpindo (teknisi) selang vakumnya dipotong tetapi 3 hari kemudian motor tidak bisa distater lagi. Kemudian teknisi mengganti selang vakumnya dengan yang biasa.

Awal September lalu double stater tidak bisa dipakai, padahal selama ini saya selalu tepat waktu untuk service di Mayar Mas Jl Kelud raya (service resmi Yamaha). Aki kemudian distroom, tetapi baru 2 hari motor tidak dapat distater lagi (double stater).

Tanggal 19 September saya ke Harpindo Jaya lagi ingin menemui pimpinannya, Bapak Lilik tapi rasanya beliau kurang simpatik menanggapi. Akhirnya saya pulang dengan rasa kecewa. Bagaimana nih PT Harpindo Jaya, masak dealer sebesar itu pelayanannya tidak memuaskan, coustamer service-nya tidak profesional.

Andi Putri Y
Wonosari Rt 4/Rw 2 Semarang

***

Pengendalian Tekanan Darah Tinggi

Seiring kemajuan di bidang ekonomi, maka kasus tekanan darah tinggi (hipertensi) makin meningkat dari tahun ke tahun. Hipertensi merupakan penyebab utama terjadinya kasus strok. Pada simposium Pengendalian Hipertensi di Fakultas Kedokteran UGM, diketahui hipertensi yang tak terkendali di Indonesia mencapai 95,5 persen.

Jadi bisa dipastikan penderitanya akan berlanjut terjadi komplikasi terutama strok. Gejala strok di antaranya gangguan bicara termasuk pelo, mulut perot, gangguan berjalan dan menggerakkan tangan/lengan, lumpuh separo badan yang harus berbaring di tempat tidur, kematian karena pembuluh darah di otak pecah.

Strok mempunyai risiko angka kecacatan dan kematian tinggi. Komplikasi lainnya adalah gangguan jantung, gagal ginjal dan impoten. Tekanan darah di atas 200 makin mendekati komplikasi terutama strok, Komplikasi terjadi relatif secara pelan tetapi pasti. Timbulnya komplikasi dipengaruhi lamanya yang diderita dan tingginya tekanan.

Hipertensi mutlak memerlukan proses pengendalian. Tanpa pengendalian yang baik dan benar, maka dipastikan akan terjadi komplikasi, meski sudah mengkonsumsi obat. Sebaliknya dengan pengendalian yang baik dan benar, pada suatu saat.bisa lepas dari ketergantungan obat (sembuh).

Jadi pengendalian justru merupakan faktor yang penting dan mutlak. Kegagalan dalam proses pengendalian, terutama disebabkan karena penderita kurang menerima informasi yang lengkap dari fihak terkait termasuk dari jalur medis maupun alternatif. Hipertensi berkaitan erat. dengan harapan hidup (umur). Semakin tinggi dan makin lama hipertensi yang disandang, makin pendek harapan hidupnya karena ada berbagai jenis penyakit akibat komplikasi.

Sugito
Jl Jambon Gesikan 4, Magelang

***

Permohonan Maaf

Tanggal 27 s.d 29 September 2004 kami keluarga besar SMP Kanisius Girisonta, Kabupaten Semarang mengadakan kemah OSIS di bumi perkemahan Kerep Ambarawa. Pada malam hari kami mengadakan acara jeritan malam. Kami melewati Dusun Sumber dan Ngampon, Kelurahan Panjang Ambarawa.

Kegiatan tersebut ternyata mengganggu ketenangan warga yang sedang tidur nyenyak. Dengan Surat Pembaca ini kami mohon maaf kepada seluruh warga yang merasa terganggu. Sebenarnya kami tidak akan melakukan jeritan itu di tengah kampung, tetapi di luar kampung.

Namun para petugas yang kami pasang untuk menakut-nakuti para peserta ternyata juga takut bila berada di luar kampung yang berdekatan dengan kuburan. Kami sebenarnya juga sudah menyertakan para guru untuk mendampingi, tetapi mereka pun yang semuanya putri juga takut.

Akibatnya acara tersebut terpaksa diadakan di tengah kampung. Untuk itu sekali lagi mohon maaf kepada seluruh warga Dusun Sumber dan Dusun Ngampon yang telah terganggu dengan kegiatan kami . Untuk kali lain kami lebih hati-hati dalam mengadakan kegiatan semacam jeritan malam tersebut.

LY Slamet, SPd
Kepala SMP Kanisius Girisonta Bergas, Kabupaten Semarang

***

Penutupan Tempat Hiburan

Penutupan tempat hiburan seperti kelab malam, diskotik, mandi uap, griya pijat, bar atau mungkin karaoke selama bulan Ramadan dipandang sebagai positif . Hal ini merupakan bentuk penghormatan kepada umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Pengusaha di bidang hiburan beserta seluruh karyawannya dimohon kesadarannya tidak beroperasi.

Saya bukannya tidak setuju namun jika alasannya demi menghormati yang sedang puasa, apakah hal ini bijaksana, mengingat saat ini angka pengangguran mencapai 40 juta orang. Padahal dari seluruh pekerja hiburan, mereka harus menghidupi keluarga termasuk istri atau suami dan anak, saudara atau orang tuanya.

Dampak penutupan meski hanya sementara, sungguh berakibat berat bagi karyawan yang keseluruhan hidupnya menggantungkan pada pekerjaan tersebut. Penutupan tentu tidak begitu berarti bagi para pengusahanya sebab mereka punya banyak pilihan dan uang. Bagaimana dengan pekerjanya?

Mau bekerja apa selama bulan puasa, padahal mereka harus tetap makan. Solusinya, dari pada menutup mata pencaharian mereka, apakah tidak lebih bijak jika perbaiki dulu dari dalam diri sendiri. Di antaranya umat muslim agar selama bulan puasa menjauhi hal-hal yang bersifat pemuasan nafsu hedonisme.

Mereka juga perlu menerapkan pola hidup sederhana (mengekang diri untuk tidak bermewah-mewahan setidaknya selama bulan puasa) dan menjunjung tinggi nilai kejujuran. Di samping itu adakan gerakan masal untuk membantu para fakir miskin.

Caranya, di luar bulan puasa biasanya makan 3 kali sehari namun saat puasa hanya 2 kali. Untuk itu jatah makan yang satu kali berikan kepada kaum fakir miskin yang bisa dikonversikan dengan uang. Tempat hiburan sebaiknya tidak ditutup.

Sebagai kompensasinya pengusaha hiburan diwajibkan membantu kaum fakir miskin paling tidak selama bulan puasa. Cara ini mungkin lebih simpatik. Jika kita ingin dihormati maka yang harus bisa menjaga martabat (dignity).

Umat Islam harus menunjukkan sebagai umat penjaga perdamian, penjaga kasih sayang, penjaga moral, penjaga keadilan dan penjaga kejujuran. Teladan dari para pemimpin agama adalah contoh yang paling efektif untuk mewujudkan cita-cita itu.

Pluralitas adalah keragaman kehidupan yang tidak mungkin bisa dihindari, untuk itu mestinya harus bisa menyayangi sema orang yang berbeda keyakinan. Sebagaimana Allah menyayangi seluruh alam semesta beserta isinya. Biarlah perbedaan keyakinan itu Allah SWT sendiri yang memiliki bukan kita yang mengadili.

Suprayitno
Jl Tlogomukti Timur I/878 Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA