| Kamis, 14 Oktober 2004 | NASIONAL |
Banyak Kesempatan UMKM Tingkatkan Nilai Ekspor
SEMARANG-Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak perlu berkecil hati dalam menghadapi persaingan bisnis yang makin ketat dewasa ini. Potensi UMKM sebagai wadah bagi para pengusaha kecil dan menengah masih dapat digali untuk menciptakan peluang pasar, baik lokal maupun global. Apalagi menjelang perdagangan bebas ASEAN 2010, UKM dituntut harus mampu menggali potensi dirinya sendiri, dengan lebih menghasilkan produk berkualitas ekspor (internasional). "Menyongsong era perdagangan bebas ASEAN 2010, makin banyak kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan nilai ekspornya," kata Banu Hastjardjo, Kepala Disperindag Jateng, pada acara pembukaan Central Java Fair (CJF) 2004 di Gedung JDC Jateng, Rabu (13/10). Salah satu cara untuk mengembangkan potensi itu adalah melalui pameran-pameran. Event itu sebagai ajang pertemuan, antara pembeli dan penjual, yang pada akhirnya diharapkan bisa menciptakan transaksi. "Kami bercita-cita untuk mewujudkan Jateng sebagai kawasan industri maju yang ramah lingkungan," katanya. Karena itu, Disperindag Jateng akan lebih meningkatkan peranannya sebagai fasilitator. Selain itu, untuk lebih mengenalkan produk-produk UMKM kepada pasar global dapat ditempuh dengan jalan membagikan contoh atau brosur tentang produk UMKM kepada atase-atase dan kedutaan besar di luar negeri. Mengantisipasi kegagalan usaha kecil dan menengah dalam menghadapi perdagangan bebas, maka salah satu cara yang harus ditempuh adalah bekerja sama atau beraliansi dengan usaha lainnya. ''Salah satu kunci keberhasilan menghadapi perdagangan bebas adalah kemampuan beraliansi melalui commercial diplomacy (diplomasi perdagangan)," katanya. UMKM juga harus dapat menyikapi perkembangan perdagangan global itu dengan menyiapkan dan meningkatkan kualitas sumber daya seperti modal, tenaga kerja, dan teknologi. "Tanpa ada persiapan dan peningkatan kualitas sumber daya tersebut, kita akan tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Karena di tahun 2010 nanti, era diplomasi perdagangan bukan lagi sebagai era perizinan yang sering justru menghambat proses ekspor dengan birokrasinya yang rumit dan lama.'' Langkah apa saja yang dapat ditempuh UMKM untuk mencapai kemajuan? "Dengan melakukan identifikasi masalah, yaitu mencari solusi kekurangan, serta mencari informasi pasar berkaitan dengan perkembangan pasar.'' Selain itu, perlu pula membuka akses untuk membentuk serta memperluas jaringan kerja dan peluang ekspor. Selain itu, juga dengan mendatangkan ahli-ahli di bidang UKM, untuk mencarikan solusi permasalahan. Sementara itu, Ketua Departemen Promosi, Perdagangan, dan Investasi Kadin Jateng, Benita Eka Arjani, menyatakan, pameran tersebut merupakan agenda tahunan Kadin Jateng yang diikuti 90 stand dan 60 peserta. Peserta antara lain berasal dari daerah kabupaten tingkat II dan usaha-usaha binaan. "Mereka menampilkan produk-produk unggulan dengan kualitas ekspor," katanya.(hrn-69t) |