logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 NASIONAL
Line

ITS Surabaya Temukan CDI Mobil

SURABAYA - Untuk kali pertama, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menemukan Condenser Discharged Ignition (CDI) atau sistem pengapian busi untuk mobil. Temuan itu, kini sudah dipatenkan dan segera diproduksi secara komersial.

"Selama ini, yang pakai CDI adalah motor. Mobil biasanya menggunakan sistem Transistor Coil Ignition (TCI). Dan, Pak Sutantra (Ketua LPPM ITS) telah menemukan desain CDI untuk mobil yang kemudian diberikan pada saya," ungkap manufaktur/pembuat CDI mobil, M Harly ST MT, Rabu (13/10) kemarin.

Menurut keterangan alumnus S-2 Teknik Mesin FTI ITS (2002) yang pimpinan Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi (PPPGT) Malang itu, CDI mobil tersebut memiliki kelebihan dibandingkan dengan TCI. Bahkan, harganya pun lebih murah dibandingkan dengan TCI buatan Jerman atau Cina.

"Kalau harga CDI yang kami beri nama Stanly (paduan nama Prof Ir I Nyoman Sutantra MSc PhD dan M Harly ST MT) itu hanya Rp 230.000. Sementara itu, harga TCI merek Bosch buatan Jerman Rp 900.000, dan TCI Cina Rp 350.000," papar pria kelahiran Sragen, 19 September 1960 itu.

Manufaktur yang pernah bekerja di Jerman dan Swiss pada 1985-1987 itu mengungkapkan, kelebihan CDI Stanly dibandingkan dengan TCI Bosch adalah hemat bahan bakar minyak (BBM), mengeliminiasi gas buang, memudahkan perawatan karena ada kode mekanik tentang komponen yang rusak, serta performance mesin bagus.

"CDI Stanly hemat BBM karena api panjang dan biru, sedangkan TCI Bosch memiliki api kecil dan merah. Tegangan CDI pun mencapai 60.000 volt sedang TCI Bosch hanya 30.000 volt," ungkapnya.

Osilator pada CDI Stanly, lanjutnya, membuat tegangan meningkat sehingga busi tidak cepat panas, kemudian pemakaian listrik mobil pun menjadi lebih hemat karena energi listrik hanya untuk api.

"CDI Stanly sudah diujicobakan pada 55 angkutan kota (angkot) di Malang selama setahun dengan hasil hemat bensin hingga Rp 10.000 per hari dan tak pernah ganti platina (tune up).''

Dia menyebutkan, CDI Stanly itu sudah diproduksi 400 unit per bulan dan setelah Idul Fitri akan dipasarkan dengan target penjualan 4.000-6.000 unit per tahun. "Untuk mobil yang memiliki TCI, pengguna tinggal mengganti TCI dengan CDI. Untuk mobil sebelum 1980-an, yang memakai platina harus membuang platina saat mengganti dengan CDI," tuturnya.

Sementara itu Manajer Haki dan Promosi IPTEK LPPM ITS Dr Ir Suprapto Dipl Ing mengatakan, CDI mobil buatan ITS bersama PPPGT Malang itu merupakan terobosan sejarah baru di ITS.

Hal itu, bisa dilihat dari penghargaan yang diberikan Depperindag berupa anugerah Teknologi Industri Kreasi Indonesia 2004 yang akan diterima Prof Sutantra di Jakarta pada 14 Oktober hari ini.

Dia mengatakan, CDI Stanly merupakan temuan ke-28 dari ITS yang dipatenkan. Akan tetapi, CDI bernomor paten P-00200400471 itu merupakan temuan pertama yang dipatenkan dan berpotensi dipasarkan. "Yang tertarik CDI Stanly dapat menghubungi Prof Sutantra di LPPM ITS Surabaya dengan telepon 031-5944792 atau Pak Harly di PPPGT Jalan Teluk Mandar, Arjosari, Malang dengan telepon 0341-491239," imbuhnya.(ant-69j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA