| Kamis, 14 Oktober 2004 | NASIONAL |
Calon Kapolri Akan DigodokJAKARTA - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Da'i Bachtiar mengemukakan, pihaknya akan menggodok calon kapolri mendatang. ''Jika Presiden menghendaki, kami sudah mempersiapkan,'' ujarnya, Rabu (13/10) kemarin. Penggodokan dilakukan lewat Dewan Kebijakan Tinggi Polri (Wanjakti). ''Setiap saat Wanjakti dapat melakukan tetapi kami tunggu presiden yang akan dilantik,'' ungkap Da'i tanpa mau menyebutkan nama-nama jenderal yang masuk dalam bursa calon kapolri. Penetapan kapolri itu adalah hak prerogatif presiden dengan persetujuan DPR. Kriteria kapolri, pada prinsipnya sesuai dengan UU Nomor 2/2002 tentang Kepolisian, yakni perwira tinggi Polri yang masih aktif dan berpengalaman cukup. ''Itu kriteria presiden untuk memilih kapolri.'' Saat ditanyakan, apakah jenderal bintang dua atau bintang tiga yang masuk bursa calon kapolri, Da'i menjawab,''Itu hak prerogatif presiden.'' Ketika disinggung, apakah calon kapolri itu pernah menjabat sebagai kapolda, Da'i menyatakan hal itu ada aturannya. Seorang perwira tinggi yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, lima pejabat tinggi Polri yang berpangkat komisaris jenderal masuk dalam bursa calon kapolri. Mereka adalah Wakil Kepala Polri Komjen Adang Dorodjatun, Kepala Badan Pembinaan dan Keamanan Mabes Polri Komjen Irsmerda Lebang, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Suyitno Landung, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Makbul Padmanegara, dan Inspektur Pengawasan Umum Komjen Binarto. Di samping itu, dari berbagai sumber di kepolisian menyebutkan, Irjen Sutanto, mantan Kapolda Sumatera Utara, juga masuk ke dalam bursa calon kapolri itu.(bu-69j) |