| Kamis, 14 Oktober 2004 | NASIONAL |
UNHCR Bantu Air Bersih kepada Pengungsi TimtimATAMBUA-Komisi Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) memenuhi permintaan Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) membantu eks pengungsi Timtim yang mengalami kekurangan air bersih selama kemarau tahun ini. "UNHCR sudah memenuhi permintaan bantuan dan saat ini sudah ada dua unit mobil tangki air yang melayani masyarakat eks pengungsi di resettlement Manleten, kata Wakil Bupati Belu, Gregorius Mau Bili Fernandez di Atambua, Rabu. Menurut dia, bantuan air bersih pada puncak musim kemarau ini sangat penting, mengingat masyarakat di berbagai kamp darurat dan resettlement saat ini terpaksa mengambil air genangan sisa musim hujan tahun lalu, yang juga dikonsumsi ternak sapi dan kerbau di padang penggembalaan. Kondisi seperti ini, harus segera diatasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyebaran diare dan penyakit kulit yang melanda masyarakat, khususnya warga eks pengungsi Timtim. Gregorius mengakui, pada Juli lalu pemerintah menghentikan bantuan air bersih karena dana bantuan Pemerintah Jepang dari total Rp53,5 miliar sudah habis terpakai. Bidang Lain Dana tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air, tetapi juga bidang lainnya seperti kesehatan dan permukiman. Menurut dia, bantuan air bersih dari UNHCR ini harus dipandang sebagai masalah kemanusiaan darurat yang perlu mendapat penanganan segera tanpa banyak kompromi. Dia menjelaskan, UNHCR juga telah mengalokasikan dana Rp750 juta untuk membiayai program pembangunan infrastruktur jalan ke Manleten, dan segera mengucurkan tambahan dana Rp1 miliar lebih untuk melanjutkan program pembangunan jalan, drainase dan pemasangan jaringan pipa air bersih. Bantuan air bersih bagi warga eks Timtim ini sebelumnya dibiayai dari dana bantuan pemerintah Jepang. Bantuan tersebut berlangsung sejak Januari 2003 hingga 10 Juli 2004.(ant-78) |