| Kamis, 14 Oktober 2004 | NASIONAL |
Tabrak Bangkai KapalKLM Tanjung Harapan TenggelamSURABAYA - Kapal Layar Motor (KLM) Tanjung Harapan kemarin tenggelam di kawasan perairan Selat Madura. Kapal yang mengangkut barang hasil pertanian tersebut menabrak bangka Kapal Mesin (KM) Nantai-1 yang telah tenggelam namun belum diangkat dari kawasan perairan tersebut. Akibat tabrakan itu, KLM Tanjung Harapan tenggelam. Sebelas anak buah kapal (ABK) dapat diselamatkan. Saat kejadian, kapal tersebut mengangkut kopi, mente, dan kemiri. Jumlahnya sekitar 200 ton. Saat itu, KLM Tanjung Harapan hendak merapat ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk bongkar barang. Kapal ini berangkat dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa hari lalu dengan diawaki 11 orang. Saat memasuki kawasan perairan Selat Madura, menjelang merapat ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, nakhoda kapal telah mengetahui adanya rambu-rambu yang menunjukkan adanya bangkai KM Nantai-1. Akan tetapi, ketika nakhoda hendak menghindari ternyata arus air bergerak sangat deras dan mendorong KLM Tanjung Harapan mendekati area bangkai kapal itu. Berbagai usaha untuk menghindarkan tabrakan telah dilakukan tapi tak berhasil. Akhirnya, KLM Tanjung Harapan menabrak rambu yang berada di atas bangkai KM Nantai-1 hingga tenggelam. ABK kapal Tanjung Harapan bisa diselamatkan kapal feri Ujung Surabaya-Kamal Madura yang saat kejadian berada dekat lokasi kejadian. Setelah ditampung di kapal feri yang menuju ke Madura, mereka lantas dibawa ke Kantor Administrasi Pelabuhan (Adpel) Tanjung Perak. Bocor Menurut penuturan seorang ABK KLM Tanjung Harapan, M Sholeh, kapalnya menabrak salah satu rambu peringatan yang dipasang dekat bangkai KM Nantai-1. Setelah itu, lambung kapal bocor. Air laut langsung masuk ke bagian badan kapal. ABK tak mungkin mampu menguras atau mengeluarkan air laut yang deras masuk ke lambung kapal. ''Saat kami lihat di bawah, air laut sudah masuk. Kami tak bisa mengendalikan mesin,'' ujarnya. Humas Adpel Tanjung Perak Surabaya Ismanto Priyo mengemukakan, sejak KM Nantai-1 tenggelam pihaknya telah memberikan perintah kepada pemilik kapal tersebut untuk segera menarik bangkainya. Sebab, posisi kapal itu di alur pelayaran dari dan menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak adalah alur padat lalu lintas kapal. Namun, bukan perkara mudah mengangkat bangkai kapal yang tenggelam dan membutuhkan dana besar. ''Kendalanya biaya, mungkin asuransi, sehingga sampai sekarang belum ada jalan keluarnya,'' ucapnya. Pihaknya berharap, sebelum Lebaran mendatang bangkai KM Nantai-1 telah diangkat. (G14-83j) |