| Kamis, 14 Oktober 2004 | NASIONAL |
Mahasiswa Keperawatan Gelar Aksi SolidaritasSEMARANG- Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ilmu Keperawatan se-Indonesia menggelar aksi solidaritas di bundaran air muncrat depan Patung Diponegoro Undip, Rabu (13/10). Mereka menyerukan kepada Depdagri dan Kapolri untuk menindaklanjuti kasus penganiayaan Bupati pada perawat Tasikmalaya, Jawa Barat, Apip Adimansyah. Kasus penganiayaan tersebut dianggap sebagai pelanggaran HAM. Koordinator aksi, Ramadhaniaty, mengungkapkan, kasus penganiayaan itu melanggar hak atas penghidupan, kemerdekaan, dan keselamatan seseorang. ''Tersinggung merupakan perasaan yang lumrah, namun menjadi tidak lumrah bila hal itu sampai merendahkan sebuah profesi,'' tandasnya. Peserta aksi mengenakan seragam putih-putih dan jas almamater Undip. Mereka membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi. Ramadhaniaty menjelaskan, kasus itu bermula pada awal September lalu. Seorang pasien menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Tasikmalaya. Pasien datang bersama Bupati yang juga masih saudaranya. Berniat membantu pasien, Apip, perawat yang menanganinya, menyodorkan asuransi kesehatan (Askes). Namun tawaran itu bukan disambut gembira. Apip justru mendapat tamparan dari pengantar pasien yang ternyata seorang bupati. ''Barangkali karena tersinggung ditawari Askes, Bupati itu langsung memukul perawat,'' ungkapnya. Karena itu, Aliansi Mahasiswa Ilmu Keperawatan menyerukan seluruh elemen mahasiswa keperawatan untuk segera menyatakan solidaritas menegakkan keadilan atas kasus Tasikmalaya. ''Kasus tersebut bukan lagi menjadi masalah pribadi, melainkan menyangkut dunia keperawatan,'' ujarnya. Aksi serupa dilangsungkan oleh aliansi tersebut pada 1 Oktober lalu di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Akan tetapi aksi tidak membuahkan hasil konkret. Informasinya, pemeriksaan Bupati harus mendapat persetujuan gubernur, dan gubernur dari mendagri, seterusnya sampai ke presiden. ''Kasus ini menjadi bukti bahwa pejabat pemerintah masih bertindak sewenang-wenang terhadap masyarakat,'' tegasnya. Setelah menyampaikan orasi dan membacakan pernyataan sikap, peserta aksi membubarkan diri secara tertib. (G1-83t) |