| Kamis, 14 Oktober 2004 | NASIONAL |
Dikira Inginkan Menteri
SUASANA menjelang pengumuman kabinet oleh SBY yang akan dilantik menjadi Presiden RI pada 20 Oktober mendatang, sering memunculkan kecurigaan. Ketika seorang tokoh menggelar seminar atau ekspose diri langsung dicurigai sebagai upaya agar ditunjuk menjadi menteri. Hal itu disadari oleh Aburizal Bakrie, mantan Ketua Umum Kadin yang juga bos Bakrie & Brothers ketika meluncurkan bukunya. "Saya maunya buku ini diluncurkan 15 November setelah Lebaran nanti. Bila sekarang, dikira ingin dipilih menjadi menteri," ujar Ical, sapaan akrab Aburizal, ketika meluncurkan buku Merebut Hati Rakyat melalui Nasionalisme, Demokrasi, dan Pembangunan Ekonomi di Jakarta, Rabu. Buku pemikiran Ical itu disusun oleh asistennya, Lalu Mara Satria Wangsa. Karena semua sudah siap, ketika penulisnya memaksakan agar segera diluncurkan, Ical tak bisa menolak. Jadilah peluncuran buku itu dihadiri oleh kalangan pengusaha, politikus, dan tokoh pers, antara lain Prabowo Subiyanto, Luhut Panjaitan, Dr Sjahrir, Moeryati Sudibyo, Ginanjar Kartasasmita, MS Hidayat, Fahmi Idris, dan Dewi Motik Pramono. Ical sebenarnya sudah "kenyang" menjadi kandidat menteri versi prediksi pengamat. Sejak zaman Presiden Soeharto hingga SBY, namanya hampir selalu masuk bursa. Namun, rupanya dia tidak terlalu memedulikan dan lebih menikmati sebagai dirinya saat ini. Seorang yang peduli kepada pengusah kecil, nasionalisme, bahkan tak jarang melawan arus demi kebenaran keyakinannya. Ical adalah tokoh beragam atribut, mulai dari pengusaha, politikus (mantan calon presiden di konvesi Partai Golkar), tokoh humanis, dan tokoh olahraga. Semua bidang yang dia geluti itu tergambar dalam bukunya yang ditulis dengan gaya bertutur seolah-olah sedang berbicara di mimbar.(wa-78j) | ||||