logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 NASIONAL
Line

KSAD Kumpulkan Pensiunan Jenderal

JAKARTA- KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu yang oleh Presiden Mega ditunjuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengundang puluhan pensiunan jenderal di Balai Sudirman, Jaksel, Rabu (13/10).

Di antaranya adalah Kepala BIN Hendropriyono, Menko Polkam ad interim Hari Sabarno, Rudini, Try Sutrisno, Edi Sudrajat, Tyasno Sudarto, Basofi Sudirman, Sintong Panjaitan, Yogi S Memed, Makmun Murod, Djamari Chaniago, Surjadi Sudirdja, Luhut B.Panjaitan dan Subagyo HS. Mereka berkumpul untuk mengikuti silaturahmi KSAD dengan keluarga besar TNI AD. Acara dibuka oleh KSAD dengan meminta semua yang hadir untuk menundukkan kepala atas gugurnya delapan prajurit TNI AD dalam kecelakaan helikopter di Aceh.

Setelah itu KSAD menjelaskan maksud pertemuan itu, yakni menjaga hubungan Mabes TNI AD dengan para sesepuh. "Para wartawan harap menulis baik-baik bahwa pertemuan ini bukan politik praktis," tandas Ryamizard.

Akan tetapi tiba-tiba staf TNI AD berbisik-bisik meminta semua wartawan yang meliput kegiatan itu untuk meninggalkan ruangan. Sehingga pertemuan itu pun tertutup bagi jurnalis. "Nanti akan ada jumpa pers," kata staf tersebut.

Ryamizard Ryacudu menyatakan pertemuan dengan para purnawirawan dan sesepuh TNI AD merupakan silaturahmi. Dalam pertemuan itu dia mengajak para purnawirawan bersatu kembali setelah sebelumnya mendukung calon presiden yang berbeda-beda. Dia yang ditemui usai acara itu menegaskan pertemuan bukan untuk berpolitik praktis tapi untuk dialog membangun bangsa dan negara. "Ini silaturahmi. Waktu saat pemilu kan milihnya macam-macam. Ada yang ke Pak Wiranto, Ibu Mega, Pak SBY, dan lain-lain."

Dalam pada itu, meski Presiden Megawati telah mengusulkan Ryamizard Ryacudu sebagai pengganti Jenderal Endriartono Sutarto sebagai panglima TNI. Namun, dia mengaku tidak tahu. Selama ini, Ryamizard belum dipanggil presiden dan panglima TNI.

Saat ditanya mengenai calon panglima TNI itu, dia tidak berkenan menjawab. ''Yang mau jadi panglima TNI siapa. Jangan bicara itu. Saya ini bukan politikus, saya tidak tahu tentang panglima TNI. Kenapa saya tidak tahu, karena saya tidak pernah dipanggil oleh panglima TNI dan saya tidak pernah dipanggil oleh Ibu presiden. Jadi, saya tidak tahu dan saya tidak mau tahu. Itu bukan urusan saya.'' (dtc-83)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA