logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 NASIONAL
Line

Struktur Kabinet SBY Batal Diumumkan

BOGOR-Pengumuman struktur kabinet calon presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya batal diumumkan. Hal tersebut mengecewakan para wartawan dalam dan luar negeri yang telah sejak pagi di kediaman SBY di Puri Cikeas Indah , Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menunggu pengumuman tersebut. Sebagaimana diberitakan sehari sebelumnya, juru bicara SBY, Andi Alfian Mallarangeng, kepada wartawan mengatakan, SBY akan mengumumkan struktur kabinetnya pada tanggal 13 Oktober 2004. Saat itu pula Andi menegaskan, yang diumumkan ke publik hanyalah strukturnya tanpa nama-nama yang ditunjuk sebagai menteri.

Pada pukul 13.00 kemarin Andi yang didampingi anggota tim 11 lainnya, yaitu Dino Pati Djalal, keluar dari halaman rumah SBY. Begitu melihat Andi dan Dino berjalan menuju Pendapa Joglo-tempat biasanya untuk menggelar konferensi pers-di rumah SBY, para wartawan langsung memberikan applaus. Namun ternyata Andi tidak membawa informasi yang diharapkan wartawan. Pengamat politik tersebut hanya menyampaikan press briefing tentang kegiatan SBY pada hari itu.

"Hari ini Pak SBY dan tim sedang menyusun ke arah finalisasi struktur kabinet, dengan restrukturisasi terbatas, untuk mempertajam fungsi dan misi kabinet, sesuai dengan agenda dan prioritas pemerintahan 2004-2009. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi dan cost benefit," jelas Andi.

40% Parpol

Selain itu, SBY dan timnya kini sedang melakukan penggodokan nama-nama calon menteri. Penggodokan tersebut berdasarkan struktur kabinet yang akan datang. "Namun juga tetap mengacu pada kriteria, integritas, kapabilitas, dan akseptabilitas. Dalam melakukan seleksi, Susilo Bambang Yudhoyono juga mempertimbangkan keseimbangan unsur partai dan nonpartai, yaitu 40% dari partai politik dan 60% dari nonpartai atau kalangan profesional," papar Andi.

Selain berbagai pertimbangan tersebut, menurut Andi, SBY juga mempertimbangkan faktor kemajemukan. "Faktor kemajemukan juga akan menjadi pertimbangan penting bagi presiden terpilih untuk menegaskan kebhinekatunggalikaan kabinet mendatang," kata Andi.

Saat ditanya tentang pemanggilan calon-calon menteri, kemarin, Andi hanya memberikan jawaban politis.

"Pemanggilan calon menteri untuk komunikasi dan seleksi akan dimulai pada tanggal 15 Oktober mendatang. Namun ini bisa dipercepat atau dimajukan jadwalnya sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Para wartawan lagi-lagi kecewa, karena berdasarkan informasi sehari sebelumnya dari wakil presiden terpilih Jusuf Kalla dan Andi Malarangeng, kemarin (13 Oktober) para calon menteri mulai dipanggil SBY.

Dalam kesempatan yang sama Andi dan Dino juga mengklarifikasi pemberitaan media massa seputar gagasan lembaga kepresidenan. Menurut Andi, yang menjadi gagasan hanyalah adanya sebuah staf kepresidenan.

"Pada prinsipnya hal ini didasari oleh pemikiran bahwa presiden terpilih langsung oleh rakyat harus bertanggung jawab kepada rakyat. Karena itu, presiden terpilih ingin meningkatkan efektivitas staf kepresidenan, dalam konteksnya sebagai lembaga tinggi negara yang mampu mendukung kinerja presiden dalam mengemban tugasnya untuk mencapai tujuan pemerintahan 2004. Ibaratnya staf yang memberi semangat dengan memberikan bantuan sesuai dengan keahlian yang mereka miliki," katanya.

Andi juga memberikan batasan bahwa staf kepresiden bukan dimaksudkan untuk merombak tatanan, seperti sekretariat negara dan sekretariat presiden.

"Karena itu, saat ini sedang dirumuskan posisi dan jobdescription dari sekretariat presiden. Apalagi mengenai personalia dari lembaga ini, juga belum ditentukan siapa saja yang akan duduk di dalamnya. Pada saatnya akan ada keppres yang akan mengatur hal ini. Ini saja yang dapat saya sampaikan," kata pria asal Sulsel tersebut.

Menurut Andi, selain menyelesaikan tuga-tugas tersebut , SBY juga dijadwalkan pada pukul 16.00 menerima kunjungan delegasi Republik Rakyat China yang dipimpin anggota Politbiro Wu Guangzheng. Delegasi juga didampingi Dubes RRC untuk Indonesia Lu Shumin.

Pada pukul 17.00 SBY akan bertemu dengan delegasi CGI. Kedatangan delegasi CGI untuk membahas program peningkatan investasi internasional ke Indonesia.

Kemarin tim SBY yang terdiri atas Mayjen (Purn) Djali Jusuf, Munawwar Fuad, dan Ustad Abubakar, juga menerima rombongan serikat karyawan Perum Perhutani se-Jawa Madura. Mereka meminta pemerintahan SBY ke depan memilih Dirut PT Perhutani bukan karena ikatan politik semata, namun lebih berdasaran profesionalisme.

Para wartawan kemudian bertanya bagaimana tanggapan SBY mengenai pernyataan Presiden Megawati Soekarnoputri tentang rekonsiliasi, Andi hanya menjawab singkat bahwa SBY tidak memberikan tanggapan apa-apa, mengingat saat ini sedang disibukkan oleh hal-hal yang lebih penting.

"Pak SBY masih sibuk untuk 3 hal penting, yaitu menghadapi transisi, menyusun pemerintahan, dan mempersiapkan program 100 hari pemerintahannya," katanya.(F4-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA