logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 SEMARANG
Line

Penziarah Makam Kalijaga Berkurang

DEMAK- Mendekati Ramadan, pengunjung dan penziarah di makam Sunan Kalijaga di Kadilangu dan makam Sultan Fatah di kompleks Masjid Agung Demak semakin berkurang. Juru Kunci Makam Sunan Kalijaga R Prayitno Prawiro Kusumo menjelaskan, menjelang Ramadan memang ada penziarah lokal dan luar kota yang datang ke Kadilangu.

''Namun jumlahnya tidak sebanyak dibanding hari-hari sebelumnya. Mungkin mereka tahu pada Jumat Kliwon (15/10) Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu ditutup sebulan penuh,'' katanya.

Sehari sebelum ditutup (Kamis, 4/10), dilakukan bersih-bersih di dalam dan di luar kompleks makam. Kegiatan itu melibatkan semua karyawan keluarga besar Kadilangu dan dilaksanakan di makam Astana Gendhok, lingkungan masjid Sunan Kalijaga. Semuanya berada di kompleks Kadilangu.

''Makam Astono Gendhok di kompleks Kadilangu merupakan makam Pangeran Wijil II, yang bernama R Mas Sudjatmo. Dia merupakan keturunan ke sembilan Kanjeng Sunan Kalijaga.''

Ritual itu diawali dengan tahlil dipimpin modin setempat. Setelah itu juru kunci makam membuka pintu gerbang makam Sunan Kalijaga. Setelah itu karyawan baru melakukan kegiatan bersih-bersih, baik di dalam maupun di luar kompleks makam.

''Biasanya pada Ramadan beberapa pondok pesantren lokal mengadakan acara tahlil di depan kompleks makam Kadilangu. Ada yang mengirim doa, sedangkan sebagian yang lain khataman,'' tuturnya.

Suasana di makam Sultan Fatah, Raja Kerajaan Islam Demak Bintoro juga sama. Menjelang Ramadan, frekuensi pengunjung/peziarah ke makam itu semakin menurun. Pengunjung di makam itu tidak seramai dibandingkan pada hari-hari sebelumnya. (F2-84i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA