logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 SEMARANG
Line

Tak Setuju Kepala SMAN 1 Jadi Pengawas Sekolah

  • Guru dan Siswa Mengadu ke Dewan

UNGARAN - Kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang Drs Sri Kuswanto MM yang mempromosikan Kepala SMAN 1 Ungaran Drs Parmin menjadi Pengawas Sekolah (dilantik Bupati Bambang Guritno pada 4 Oktober-Red) mendapat aksi penolakan dari para guru, komite sekolah, dan siswa sekolah tersebut. Berbagai alasan mereka ungkapkan, antara lain adanya ketakutan akan timbulnya gejolak di kalangan siswa sekolah itu.

Rencananya, kemarin pagi para guru, komite sekolah, dan para siswa menggelar aksi di gedung DPRD setempat. Akan tetapi, rencana unjuk rasa itu diubah menjadi audiensi dengan anggota Dewan.

''Ada pertimbangan lain sehingga kami lebih memilih jalan audiensi dengan anggota Dewan,'' ungkap Syukroni, guru agama sekolah itu.

Menurut keterangan dia, mutasi atau promosi jabatan atas Drs Parmin tak pernah diduga sebelumnya.

''Kami tidak menduga, Pak Parmin diganti mendadak. Kami khawatir, pergantian kepala sekolah secara mendadak itu bisa menimbulkan gejolak.''

Audiensi itu juga dihadiri komite sekolah, Muhammad Sayuti. Dia juga menyatakan tidak setuju dengan mutasi jabatan mendadak itu. ''Sebagai komite sekolah, saya menilai Pak Parmin telah mampu menciptakan suasana kondusif,'' ucapnya.

Selanjutnya, kepada anggota Dewan dia mengusulkan penundaan serah terima jabatan kasek yang menurut rencana pada Kamis (14/10) hari ini. Salah seorang guru SMAN 1 Ungaran, Drs Woro Winarso MA, meminta Drs Parmin dipertahankan sebagai kasek yang menjadi unggulan di Kabupaten Semarang itu.

''Beliau baru dua tahun menjabat tapi kok sudah diganti. Kami khawatir, nanti pergantian kasek akan ganti pula kebijakan,'' tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan tiga pengurus OSIS yang ikut beraudiensi, yakni M Burhan Setiawan, Sanaiskana, dan Dinda. ''Selama dua tahun dipimpin Pak Parmin, prestasi sekolah kami relatif meningkat baik secara fisik maupun intelektual,'' ujar Ketua OSIS Burhan Setiawan.

Promosi

Kepala Dinas Pendidikan Drs Sri Kuswanto MM mengemukakan, penempatan Drs Parmin di jabatan Pengawas sekolah merupakan perhatian dinas terhadap kinerjanya yang baik.

''Kami menganggap Pak Parmin layak dipromosikan menjadi pengawas. Jangan anggap mutasi itu sebagai upaya untuk mengotakkan beliau,'' tuturnya.

Menurut pengamatannya, di Kabupaten Semarang masih banyak kekurangan tenaga tersebut. Proses mutasi tersebut wajar dilakukan. Dan, sebagai PNS harus siap menjalankan tugas yang diamanatkan oleh atasan.

Meski hal itu menjadi hak prerogatif Bupati, beberapa anggota Dewan mendukung sikap para siswa dan guru itu untuk menentang mutasi tersebut. Drs Achsin Ma'ruf dari Fraksi PAN menekankan, dalam hal ini Bupati harus bersikap arif dalam menentukan kepentingan yang lebih utama.

Dewan akhirnya sepakat menunda pergantian kasek itu dan dalam waktu dekat akan membahasnya bersama Bupati. (rny-84j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA