| Kamis, 14 Oktober 2004 | SEMARANG |
Jalan Pucanggading-Demak Siap Dibangun
DEMAK-Bupati Demak Endang Setyaningdyah menghembuskan angin segar bagi para pemodal yang akan masuk di wilayah itu. Orang pertama di Kota Wali itu berjanji akan membangun jalan tembus Demak-Pucanggading. ''Ini peluang investasi baru di Kabupaten Demak. Dengan pembangunan jalan ini tentu akan semakin memperlancar alur transportasi di kota itu,'' kata mantan pengusaha itu dengan gaya khas ceplas-ceplosnya saat menutup Seminar Peluang Investasi di Kabupaten Demak 2005 yang digelar Suara Merdeka-Pemkab Demak di Pendopo Kabupaten kemarin. Untuk kepentingan itu, Bupati menegaskan telah mengalokasikan sejumlah dana. "Untuk kebutuhan investasi, sudah saya mintakan dana ke Kimpraswil untuk membuat jalan tembus ke Pucanggading. Karena apa? ''Saya takut sama dosen saya yang tinggal di situ, daripada ujian nggak lulus-lulus," ujarnya. Saat ini, pilot project pembuatan jalan itu sudah mulai digarap. Mengenai pembangunan infrastruktur, dia mengaku selama ini telah membuka akses jalan hingga ke daerah terpencil. Sementara untuk pembuatan jalan alternatif antarkota menjadi wewenang pemerintah provinsi. Karena itu, pihaknya hanya bisa mengusahakan pembebasan tanah untuk keperluan tersebut. Jalur alternatif selama ini memang menjadi sorotan berbagai pihak dalam upaya pembukaan peluang penanaman modal di daerah tersebut. Pasalnya jalan yang ada selama ini terlalu padat, sementara akses ke Jateng Selatan terbatas. Itu sebabnya, beberapa usulan selalu mengarah pada pembuatan jalur lingkar (ring road), seperti yang diterapkan di DIJ dan JORR (Jakarta Outher Ring Road) di sekeliling Jabotabek. Rp 10 Miliar Selain pembuatan jalur alternatif, Pemkab juga telah mengalokasikan dana sekitar Rp 10 miliar tahun ini untuk pembiayaan jalan-jalan rusak dan jembatan. Beberapa infrastruktur lain yang menjadi prioritas adalah normalisasi sungai, pendirian pabrik es untuk pengawetan ikan tangkapan dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah nelayan, menyusul harga BBM yang terus membubung. Kepada pengusaha dan kalangan birokrat yang hadir, dia menandaskan akan melakukan pengawalan, sehingga pengurusan investasi bisa dipermudah. Hanya saja, dia menyesalkan, keengganan para pemilik pabrik di Demak yang membuang limbahnya di daerah itu tapi NPWP-nya justru ikut Semarang. "Saya sudah pesan ke Ketua Paguyuban Pengusaha Demak, Yacub Firdaus. Sayangnya sampai sekarang belum ada perusahaan yang mau pindah NPWP," tukasnya. (rei-64) |