logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 SEMARANG
Line

Pembangkit Listrik Hidro Polines Juara Rancang Bangun Mahasiswa

SEMARANG- Sistem pembangkit listrik tenaga hidro kreasi mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) memenangi lomba Rancang Bangun Mahasiswa 2004 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng.

Selain sistem pembangkit listrik tersebut, ada 23 prototipe teknologi lain yang dipamerkan dan diuji dalam lomba yang diselenggarakan di Polines, Selasa (12/10).

Koordinator Lomba Rancang Bangun Mahasiswa 2004 Susena mengatakan,sebelumnya ada 90 proposal yang dikirim ke panitia lomba. Prposal penelitian tersebut kemudian disaring hingga menjadi 24 proposal. Peserta yang tersaring, kata dia, kemudian mendapat dana bantuan Rp 3 juta - Rp 4 juta untuk membuat prototipe rancang bangunnya.

''Kompetisi satu banding tiga terbilang cukup baik. Semakin banyak peserta, kompetisi akan makin ketat. Hasilnya juga makin berkualitas,'' jelasnya.

Praktis selama dua bulan, mahasiswa diminta menyelesaikan rancang bangun yang diusulkan. Menurut Susena, sebagian besar rancangan dapat diaplikasikan langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Bidang penelitian yang diajukan mahasiswa antara lain teknik mesin, teknologi pangan, teknik elektro, dan manajemen keuangan. Teknologi yang digunakan, kata Susena, termasuk teknologi tepat guna.

Sementara itu, wakil Dinas P dan K, Hari Wuljanto mengatakan, hasil-hasil penilitian akan diserahkan sepenuhnya kepada perguruan tinggi masing-masing. Meski status prototipe tersebut sesungguhnya milik Pemprov, hasil penelitian itu dikembalikan kepada masyarakat.

Lomba penelitian tepat guna, kata dia, dilaksanakan sejak 2003. Namun lomba rancang bangun baru dilakukan kali ini. ''Perguruan tinggi diharapkan dapat menyosialisasikan hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan, termasuk rancang bangun ini. Jika tidak, memang akan terlihat tidak berguna,'' ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah hanya memfasilitasi. Kegiatan selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan oleh perguruan tinggi.

Wakil juri, Djoko Setijowarno mengatakan, pihaknya mengusulkan hasil-hasil penelitian nanti dapat dipatenkan. Hak paten tersebut, kata dia, dapat diajukan melalui Balitbang Departemen Pendidikan Nasional. (nik-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA