logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 SEMARANG
Line

Belajar ESQ lewat Outbound

tapi ku bukan raja
ku hanya orang biasa yang selalu bisa
dijadikan alas kaki sang raja

HARI itu Indra menjelma seorang raja, dalam permainan ''Menyelamatkan Raja'' dalam outbound training yang digelar SMA Sultan Agung I di Wisma Mira, Jalan Taman Kelud Selatan, Sabtu (10/10). Sebagai seorang raja, siswa kelas II-7 SMA Sultan Agung I tersebut sama sekali tak boleh menyentuh air sungai. Sebab, penyakit kronis yang dideritanya akan kambuh seketika, manakala terkena percikan air.

Ya, dalam permainan yang dirancang untuk pelatihan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) tersebut, diceritakan raja sedang mengalami kutukan. Raja menderita penyakit aneh yang membuatnya haram bersintuhan dengan air. Untuk itu, ada puluhan pengawal yang rela menyediakan tangan, sebagai alas pijakan kaki sang raja. Persis yang digambarkan /rif lewat lagu ''Raja'' yang ternukil di atas.

Untung saja, para pengawal memiara kesetiaan dalam jiwanya. Mereka berusaha keras menyeberangkan raja melewati sungai, yang lebarnya mencapai 10 meter tersebut. Lihat saja, pengawal yang sudah terlewati oleh raja, segera berpindah tempat ke sisi yang belum dilewati rajanya. Begitu seterusnya, sehingga raja tiba dengan selamat ke seberang. Tak satu pun dari mereka berkhianat, dan membuat raja terjungkal ke air sungai.

Mengajarkan ESQ

''Permainan-permainan dalam outbound memang dirancang untuk mengajarkan

aspek-aspek ESQ. Misalnya, kepemimpinan, kerja sama, dan sebagainya. Lewat tadabbur alam itu, sejumlah nilai yang disampaikan akan lebih mudah terserap,'' papar Haris Ma'ruf SPd, Waka Bidang Humas SMA Sultan Agung I, yang menjadi konseptor pelatihan.

Menurut dia, pelatihan yang diikuti siswa kelas I dan II tersebut, amat kental dengan muatan keagamaan. Para siswa juga dibangunkan tengah malam, untuk melakukan shalat malam. Hal itu dimaksudkan agar para siswa terlatih untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Untuk menarik minat siswa dalam pelatihan yang digelar dua hari semalam tersebut, diputarkan pula penggalan-penggalan film yang memberikan pencerahan kepada siswa. Misalnya, film tentang alam semesta ala Harun Yahya atau Ary Ginanjar Agustian.

Selain itu, juga ada sesi khusus untuk membahas film box office ''Titanic'' dari sisi muatan ESQ-nya. Tentu saja, kupasan tentang film yang dibintangi Leonardo di Caprio dan Kate Winslet itu amat menarik perhatian.

Pada salah satu bagian tadabbur alam itu, para siswa diajak menengok salah satu artefak peninggalan Islam, Kelenteng Sam Po Kong. Mereka berjalan kaki dari Wisma Mira ke peninggalan Ma Ceng Ho, laksamana Cina-Muslim yeng memimpin ekspedisi ke Indonesia itu.

Kenapa Sam Po Kong? ''Sebagai seorang muslim yang tinggal di Semarang, agak lucu rasanya kalau tak mengenal Ceng Ho atau Sam Po Kong. Karena itu, kami ajak para siswa untuk menyambangi peninggalannya,'' tandas Haris. (Achiar M Permana-73 )


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA