logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 SEMARANG
Line

Pelajaran Sekolah Menjadi 6 Jam selama Puasa

  • Olahraga Dihapus

SEMARANG- Selama bulan puasa jam pelajaran untuk tingkat SMP dan SMA di Kota Semarang dalam satu hari menjadi enam jam mata pelajaran. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Drs Sri Santoso, Rabu (13/10).

Alokasi jam pelajaran sekolah untuk tingkat SMP hingga SMA selama Ramadan 1425 H dimulai pukul 07.45 hingga 11.30. Satu jam pelajaran hanya berdurasi 35 menit atau berkurang 10 menit dibandingkan hari biasa. Jumlah jam pelajaran pun berubah menjadi lima satuan jam pelajaran untuk Jumat dan enam jam pelajaran untuk lima hari lain.

''Ketentuan mengenai puasa ini diatur oleh kepala dinas yang lama. Secara prinsip saya setuju dan tidak mengubahnya,'' kata kepala dinas yang baru aktif dalam satu minggu ini.

Menurut dia, ketentuan kegiatan selama Ramadan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No 420/3591 yang berlaku efektif bagi sekolah negeri dan swasta. Dalam surat edaran tersebut diatur libur awal puasa berlangsung sejak Kamis (14/10) hingga Sabtu (16/10), dilanjutkan dengan libur menjelang dan sesudah Idul Fitri, yaitu 9-21 November.

Sri mengungkapkan, kepala sekolah dapat menetapkan libur atau aktif belajar pada Ramadan tahun ini asal mendapat persetujuan komite sekolah.

''Sekolah atau madrasah yang menetapkan libur selama puasa supaya mengisi kegiatan peningkatan akhlak mulia, pemahaman, pendalaman, amaliah agama, dan ekstra kurikuler,'' katanya.

Olahraga Dihapus

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Semarang Drs Sutomo AMd mengungkapkan, selama bulan puasa ini mata pelajaran yang bersifat fisik seperti olahraga dihapus. Penghapusan tersebut agar jumlah jam pelajaran dalam satu hari untuk hari biasa tetap berjumlah enam jam pelajaran.

''Kami harus mengubah jadwal yang telah tersusun selama ini untuk penyesuaian selama Ramadan ini. Olahraga diganti dengan mata pelajaran lain karena ada pengurangan dari 8 jam sehari menjadi 6 jam,'' ungkapnya, Rabu (13/10).

Menurut dia, meski jumlah jam pelajaran sekolah berkurang, siswa tetap aktif di sekolah dan mengikuti kegiatan keagamaan seusai pelajaran sekolah. Kegiatan di SMP 2 antara lain pesantren, buka puasa, shalat tarawih, kuliah minggu pagi, dan pengumpulan zakat fitrah.

''Saya lebih setuju siswa tetap disibukkan dengan kegiatan di sekolah dibandingkan liburan penuh. Sebab puasa adalah kegiatan ibadah dan latihan bagi siswa,'' lanjutnya. (wid-73i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA