| Kamis, 14 Oktober 2004 | SEMARANG |
Instansi Publik Diminta Gunakan Layar TeleponSEMARANG-Maraknya ancaman teror bom di Kota Semarang akhir-akhir ini, membuat jajaran Polres Semarang Timur meningkatkan kewaspadaan. Kapolres AKBP Juhartana MSi meminta agar sejumlah instansi yang bergerak di bidang pelayanan publik, baik swasta maupun negeri agar turut berpartisipasi membantu polisi dalam mengungkap aksi teror tersebut. Lebih spesifik lagi, Juhartana meminta kepada segenap instansi itu agar menggunakan telepon yang memiliki layar monitor untuk memantau nomor telepon si penelepon. Alat itu, diharapkan bisa membantu aparat kepolisian untuk mengusut keberadaan identitas para teroris. ''Peran serta pihak instansi publik dengan menggunakan layar telepon itu bisa membantu kami dalam mengungkap identitas peneror. Mahal sedikit kan tidak masalah,'' kata Kapolres. Orang Usil Usulan itu, menurut dia merupakan salah satu upaya untuk mengungkap orang-orang usil yang suka menyebar teror. Namun kenyataannya masih banyak instansi yang belum menggunakan alat tersebut. Akibatnya bila terjadi teror ancaman bom, cukup menyulitkan dalam penyelidikan polisi. Selama ini tidak banyak yang bisa dilakukan petugas Telkom dalam melacak nomor telepon atau nomor handphone peneror. Karena biasanya, pelaku menggunakan nomor handphone atau warung telekomunikasi (wartel). ''Dari semua instansi yang pernah diancam teror bom, selama ini hanya satu instansi yang menggunakan layar monitor,'' tambahnya.(G5-64) |