| Kamis, 14 Oktober 2004 | SEMARANG |
Perlu Rancangan Pembangunan Pantai Tanpa Rusak LingkunganBALAI KOTA- Satuan pembangunan wilayah pantai Semarang sebaiknya segera dirancang agar pembangunan kawasan pantai dilakukan tanpa merusak lingkungan. Hal itu diusulkan oleh Pakar Hidrologi Universitas Undip Dr Ir Robert Kodoatie dalam seminar tentang reklamasi di Gedung M Ikhsan Balai Kota Semarang, Rabu (13/10). Sedangkan aktivis lingkungan di LBH Semarang, Tandiono Bawor dalam kesempatan yang sama juga mengemukakan persoalan lingkungan di kawasan Pantai Semarang merupakan persoalan yang menyeluruh. Antara pantai Kendal yang direklamasi oleh PT Kayu Lapis Kendal sampai Tanjung Emas merupakan serangkaian persoalan yang segera harus dituntaskan. ''Dari reklamasi PT Kayu Lapis sampai ke Tanjung Emas merupakan satu sel yang seharusnya dikelola bersama-sama,'' kata dia. Sebagian persoalan tersebut, hanya sebagian masalah yang didiskusikan dalam seminar yang menghadirkan Robert Kodoatie dan Dr Ir Suripin yang juga staf pengajar Fakultas Teknik Sipil Undip. Seminar tersebut dipandu oleh Ir Farhan, kepala Bidang Pengembangan Kawasan Bappeda Kota. Diikuti oleh pakar teknik lingkungan dan tata kota, pengembang PT IPU, LBH, anggota DPRD Kota dan eksekutif di lingkungan Pemkot. Robert kembali mengemukakan, idealnya Pemkot sekarang sudah mempunyai bayangan pantai di Semarang itu ke depan mau dibuat seperti apa. ''Tidak melulu swasta yang mengembangkan,'' kritik dia. Pemkot, sambungnya, dengan satuan pembangunan wilayah pantai mestinya mempunyai planning untuk mewujudkan masalah itu. Adapun Ir Farhan, meski sebagai moderator dalam seminar itu, dia mewakili Pemkot menjelaskan, kajian menyeluruh kawasan pantai sudah menjadi catatan Pemkot Semarang. Dalam waktu dekat, paling cepat tahun 2005, kajian Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) di kawasan pantai dilaksanakan. Selain itu, 60% dari panjang Pantai Semarang 80 km untuk masa depan pelabuhan, sedangkan 40 % panjang pantai dapat ditata sesuai RTBL. Seminar itu dibuka oleh Sekda Drs Saman Kadarisman. Namun, hanya sedikit anggota DPRD yang mengikuti kegiatan tersebut, meski kehadirannya sangat diharapkan. Sejak dimulai acara itu hanya sekitar sepuluh anggota Dewan yang hadir. Di tengah-tengah acara, hanya 4 orang anggota Dewan yang bertahan.(G17,H1-73) |