| Kamis, 14 Oktober 2004 | SEMARANG |
Kelompok Pemuda Rusak Warung di Pasar Rejomulyo
SEMARANG TIMUR- Seorang pemuda yang telah menjadi buron aparat Polsek Sidodadi sejak Maret lalu, Kuswanto (19) alias Peyot, mengaku tinggal di Kampung Tanggungrejo RT 6/ RW 6, Tambakrejo, Gayamsari, ditangkap aparat Unit Reskrim Polsek Sidodadi, Minggu (10/10) malam. Dia ditangkap saat terlibat perkelahian dengan seorang pedagang dan mengamuk di sekitar Pasar Rejomulyo. Dari pemeriksaan polisi, tersangka mengaku sebagai salah satu dari sejumlah pengeroyok seorang tukang ojek, Suyitno (43), warga Karanganyar RT 3/ RW 12, Muktiharjo, 23 Maret silam. Penangkapan itu boleh dikata terjadi secara tidak sengaja. Sebab saat itu, tersangka berniat membalaskan dendam seorang temannya, yang telah dilukai seorang pedagang di pasar tersebut, Minggu malam sekitar pukul 23.00. ''Telinga teman saya berdarah, katanya dilukai oleh seseorang bernama Luman. Saya membela teman saya mencari orang itu. Ketika saya mengamuk, saya ditangkap polisi. Teman-teman saya lari semua. Kejadian itu berlangsung setelah permintaan ikan dari teman saya ditolak oleh sejumlah bakul ikan di pasar itu,'' aku Kuswanto. Diperoleh informasi, pengeroyokan itu terjadi bermula ketika Kuswanto bersama sejumlah temannya sedang duduk-duduk di salah satu ujung Kampung Tambakrejo, sekitar pukul 20.00. Sejumlah teman Kuswanto yang juga buron itu adalah B, Fr, Su, Tn dan Ar. Tiba-tiba seorang teman tersangka, Ridwan, datang mengadu telah dipukuli seseorang warga Condrorejo di sekitar Pos Ojek. Mengetahui hal itu, mereka naik pitam. Berbekal Sajam Berbekal sejumlah senjata tajam, mereka ngeluruk ke Kampung Condrorejo, malam itu juga. Ketika melintas di depan pos ojek, mereka memanggil korban yang sedang menunggu calon penumpang. Kepada korban, mereka menanyakan seseorang warga Kampung Condrorejo bernama Tono. Oleh para tersangka, Tono diduga sebagai pelaku yang telah memukuli Ridwan di Jl Muktiharjo (sekitar palang pintu KA Jl Kaligawe). Namun, korban menjawab tidak mengenal Tono. Mendengar jawaban itu, para tersangka marah-marah. Di tengah ketegangan itu, tiba-tiba seorang tersangka Tn menusuk perut korban dengan belati. Selanjutnya, Su, membacok kepala korban menggunakan parang. Beberapa tersangka lainnya, memukuli dan menendang tukang ojek itu hingga babak belur. ''Terakhir, saya memukul kepalanya dengan batu hingga dia (korban-Red) jatuh tersungkur. Setelah itu kami pergi begitu saja. Kami semua pulang ke rumah masing-masing,'' kata tersangka. Oleh sejumlah tukang becak yang ada di lokasi kejadian, korban dilarikan ke IGD RS Sultan Agung. Korban mengalami luka parah pada kepala dan beberapa bagian tubuhnya. Kapolres Semarang Timur AKBP Drs Juhartana MSi didampingi Kapolsek AKP Joko Purnomo SH menegaskan, pihaknya hingga kini masih mengembangkan kasus itu. Dia menyatakan telah mengantongi sejumlah nama tersangka lainnya yang hingga kini masih buron. ''Kami masih memburu pelaku lainnya. Identitas mereka sudah kami ketahui. Sebaiknya, mereka menyerah dari pada kami ambil tindakan tegas,'' tandas Kapolres. (G5-84) |