logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 SEMARANG
Line

Wirausahawan Tak Cukup Bermodal Keturunan

SEMARANG-Untuk menjadi wirausahawan sukses, tak cukup bermodal keturunan. Sebab, walau berasal keturunan atau etnis mana pun kalau tidak disertai usaha keras, tentu tidak akan memberikan hasil yang optimal. Harjanto Halim, direktur PT Ulam Tiba Halim menegaskan hal itu, saat memberikan studium general pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), di Aula RS Roemani, baru-baru ini.

''Mitos yang berkembang di masyarakat, wirausahawan akan sukses hanya jika dia keturunan Tionghoa, sudah kaya dari awalnya, serta berpendidikan luar negeri. Padahal itu semua ndak betul. Semua modal awal, berupa keturunan, pendidikan, atau yang lainnya, harus disertai kemauan dan kerja keras, supaya bisa berhasil,'' ujar dia.

Ia mencontohkan, pengusaha agrobisnis Bob Sadino memulai usahanya justru ketika masih tak punya. Motivasi dari rintisan usahanya pun amat sederhana, yakni Bob ingin bisa makan teratur tiga kali sehari. Dengan usaha keras, kini Bob Sadino menjadi pengusaha agrobisnis terkemuka di Indonesia.

Berani Gagal

Selain kerja keras, Halim menyatakan, seorang wirausahawan atau entrepreneur harus berani gagal sekaligus berani sukses. Berani gagal artinya sanggup menghadapi datangnya kegagalan demi kegagalan tanpa terjebak pada keputusasaan. Sebaliknya, kegagalan yang dialami justru bisa menjadi pemicu inovasi, untuk mengembangkan usaha lebih lanjut.

''Untuk membuat produk Marimas seberhasil sekarang, berkali-kali saya jatuh dan gagal. Tapi kegagalan itu ndak membuat saya jera. Justru sebaliknya, memberikan motivasi baru untuk merancang produk-produk baru,'' kata dia.

Pada saat yang sama, wirausahawan harus siap mental ketika mengalami keberhasilan. (amp-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA