| Kamis, 14 Oktober 2004 | SEMARANG |
Hari Ini Jalan Alun-alun DitutupBALAI KOTA-Panitia dugder yang terdiri atas berbagai unsur, termasuk beberapa komponen Pemerintah Kota, Rabu (13/10) melakukan persiapan akhir penyelenggaraan dugder. Persiapan itu antara lain penyiapan tempat untuk parkir dan lokasi prosesi di sekitar Alun-alun. Sementara itu terkait pelaksanaan prosesi hari ini, Jalan Alun-alun ditutup. YMT Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Arief Moelia Edhie saat dihubungi melalui telepon di Jakarta mengemukakan, jajarannya telah mempersiapkan lahan-lahan parkir untuk para pejabat Pemkot maupun pengunjung. Para pejabat Pemkot sebagian akan datang ke lokasi dugder menggunakan bus. Sementara beberapa pejabat lain, ada yang membawa kendaraan pribadi atau kendaraan dinas. Semua kendaraan itu bisa diparkir di Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, atau di sekitar Alun-alun. ''Mereka bisa memarkir kendaraan di tempat-tempat yang tidak ada tanda larangan,'' kata dia. Sebagian pejabat Pemkot juga bisa memarkir kendaraan di halaman Hotel Dibya Puri. Pemkot sudah menghubungi pihak hotel. Sementara untuk pengunjung, menurut Arief bisa memarkir kendaraan di Gedung Parkir Pungkuran. Antara gedung parkir itu dengan lokasi prosesi dugder hanya berjarak 500 meter. Dia juga mengemukakan, saat penyelenggaraan tradisi dugder untuk sementara Jalan Alun-alun akan ditutup. Untuk keperluan itu, Dinas Perhubungan Kota Semarang telah melakukan koordinasi dengan Polisi. Asisten General Manager Hotel Dibya Puri Christi Atmani ketika diminta menanggapi hal itu menyatakan, halaman Hotel Dibya Puri bisa digunakan sebagai lokasi alternatif parkir. Lokasi itu setidaknya bisa menampung lebih dari 25 mobil. Pedagang Secara terpisah Kasi Penyusunan, Perencanaan dan Program Dinas Pasar Agus Wahyudi mengatakan, menjelang kegiatan berlangsung para pedagang kaki lima (PKL) akan ditata. Pihaknya sudah meminta PKL di depan Swalayan Trend untuk mundur dan menaikkan barang dagangannya ke atas trotoar. PKL dan tambal ban yang sudah menetap di depan Masjid Besar Kauman, juga sudah diminta sementara meninggalkan tempat itu. PKL di sebelah selatan stand Remaja Masjid Kauman juga diminta bergeser ke arah pos polisi Johar. Kendaraan yang semula parkir di sekitar Pos Polisi Johar, juga akan diminta pindah ke Gedung Parkir Pungkuran. ''Lokasi itu nantinya untuk menempatkan meriam yang akan dibunyikan setelah pemukulan bedug,'' kata dia. Kepala Satpol PP Kota Semarang Ednawan Haryono mengatakan, pihaknya mengerahkan 30 personel. Sebagian akan ditempatkan di sepanjang jalur yang dilalui arak-arakan. Satu peleton pasukan gabungan dari Satpol PP dan Polisi, juga akan ditempatkan di sekitar Kauman. Ditanya tentang kemungkinan terjadi pengumpulan massa, dia mengatakan sudah siap melakukan antisipasi pengamanan. Pada saat kegiatan berlangsung, di Kantor Satpol PP Kota Semarang di Jalan Pemuda, disiapkan 20 petugas. ''Karena rencananya kegiatan itu akan dihadiri Gubernur, kemungkinan kami juga akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP Provinsi Jateng,'' kata dia. (G6-64) |