| Kamis, 14 Oktober 2004 | KEDU & DIY |
Pelajar dan Gelandangan DiraziaKEBUMEN - Petugas gabungan Polres Kebumen, Pemkab, serta Dinas P dan K kemarin menjaring anak sekolah yang keluyuran pada jam belajar. Bersamaan dengan itu, para pengamen dan gelandangan juga ikut dirazia. Dari operasi di berbagai wilayah Kebumen bagian timur, tengah, dan barat, sebanyak 119 pelajar terjaring. Mereka didapati tengah keluyuran di tempat permainan dingdong, permainan play station, terminal, dan di pertokoan. Ratusan anak-anak dari berbagai SMP dan SMA/SMK itu setelah ''diciduk'' dinaikkan ke atas mobil truk kepolisian dan langsung dikirim ke kantor Dinas P dan K. Di Aula P dan K, mereka diberi binaan oleh unsur Polres dan Dinas P dan K. Selanjutnya pihak Dinas P dan K memanggil para kepala sekolah. Anak yang memang sudah dipulangkan oleh pihak sekolah, diizinkan untuk langsung pulang. Namun anak yang semestinya belum pulang dari sekolah diminta untuk kembali ke sekolah. Kapolres Kebumen AKBP Drs Lilik Purwanto SH MHum melalui Pj Kabag Binamitra AKP Sriyani kemarin menjelaskan, razia itu dilakukan untuk menertibkan anak sekolah dan pelajar agar mereka tidak keluyuran pada jam-jam belajar di sekolah. Pengamen Dari razia itu didapati sembilan pengamen yang berasal dari daerah Kebumen dan luar Kebumen. Mereka lalu dikumpulkan di Polres, diberi pembinaan dan pengarahan serta diminta untuk membuat surat pernyataan. Minggu lalu ada 30 pengamen telah terjaring. Para gelandangan yang terkena razia lalu dikirim ke Panti Mardi Guno Prembun. Panti ini banyak menampung para tunawicara dan gelandangan serta pengemis. (B3-76n) |