| Kamis, 14 Oktober 2004 | BUDAYA |
Warak-warak Ngendog Diarak ke KaumanSEMARANG-Festival Warak Ngendog 2004, Kamis (14/10) ini, akan berlangsung di Kota Semarang. Festival itu tidak menitikberatkan pada segi pembuatannya, tapi pada unsur kesenian yang mengiringi saat "binatang unik" itu diarak ke Masjid Besar Kauman Semarang. Kegiatan yang digelar oleh PT Djarum (Djarum 76) bekerja sama dengan event organizer Yaik Sekongkel itu, diawali pukul 10.00 dengan penampilan seni warak ngendog oleh lebih dari 20 peserta di depan Rumah Susun (Rusun) Pekunden. Menurut Marketing Officer PT Djarum Perwakilan Semarang, Handojo Setyo, penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan bentuk konsistensi perusahaannya terhadap upaya-upaya menjaga eksistensi kesenian tradisional. Festival itu, ujar Handojo dan Ketua Yaik Sekongkel, Wahyudi, dimeriahkan dengan penampilan seni barongsai, santungsai, reog, dan warak cina. Keberagaman penampilan itu dimaksudkan untuk menunjukkan kekayaan seni Kota Semarang yang memiliki potensi sangat besar. Warak ngendog yang diikutkan dalam acara itu minimal mempunyai tinggi 1 meter dan panjang 1,5 meter dan mengenakan aksesori sesuai dengan kreasi peserta. Arak-arakan "binatang imajinatif" itu diringi musik dan tari-tarian oleh grup peserta secara kolektif dan atraktif. Dari Rusun Pekunden, peserta festival diarak ke Balai Kota untuk mengikuti acara seremoni dengan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip. Setelah itu, mulai pukul 13.20 seluruh peserta memainkan pertunjukan dalam perjalanan karnaval menuju Masjid Agung Kauman. Di tempat tersebut, Gubernur Jateng H Mardianto sudah siap menerima para peserta, sebelum tim juri menentukan pemenangnya. (C29-81) |