logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Oktober 2004 BUDAYA
Line

Kolaborasi Intuisi Pianis-Koreografer

JAKARTA-Untuk kali pertama dalam ranah seni di Tanah Air, pianis Ananda Sukarlan (36) akan berkolaborasi dengan maestro tari Sardono W Kusumo (57) di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis dan Jumat (14-15/10).

Dengan mengawinkan antara musik piano dan koreografi, pagelaran yang diikhtiarkan untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan menyelamatkan lingkungan dan hutan Indonesia ini memang unik. ''Kolaborasi ini memang terbilang unik karena sebenarnya saya tidak bertindak sebagai koreografer tapi hanya merespons bunyi musik yang dihasilkan oleh Ananda,'' terang Mas Don, demikian Guru Besar pada Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini biasa disapa.

Mas Don yang pernah menerima penghargaan Price Claus Award dari Price Claus Funds for Culture and Development ini pun mengaku sangat senang dapat bekerja sama dengan Ananda Sukarlan.

''Ia adalah artis yang sangat virtous dari penampilan maupun tekniknya. Dan dari kolaborasi ini menghasilkan sebuah suasana yang sangat human dan teateral,'' imbuhnya yang memberi tema kolaborasi antarintuisi ini dengan, ''Pagelaran Seni Kolaboratif Ananda dalam Hutan Plastik''.

Ananda yang kini menetap di Madrid, Spanyol, dan namanya tercatat dalam ''2000 Most Outstanding Musicians of the 20th Century'' yang dipublikasikan oleh Cambridge (2001) ini pun mengaku merasakan hal yang sama sebagaimana yang diraskan Sardono.

''Bagi saya seni adalah glorification of artificial. Seperti yang diutarakan oleh Picasso: Art is Lie. Hutan Plastik ini pun di mata saya, sangat artifisial. Jadi saya senang aja,'' katanya yang akan menyajikan bebunyian yang dekat dengan nuansa Bulan Suci Ramadhan.

''Bebunyian seperti suara adzan masjid, takbiran dan gema beduk akan saya ekplorasi di sana,'' imbuhnya yang akan tetap menyajikan nomor-nomor klasik seperti "Prelude in C, op.87 No 1" karya Dmitri Shostakovich.

Pagelaran yang akan memakan durasi 90 menit ini menurut Sardono juga akan menyuguhkan beberapa adegan kejutan yang belum diketahui oleh Ananda. ''Saya akan menghadirkan kawan-kawan saya dari Taman Lawang dengan dandanan serba plastik''.

Mendengar hal itu Ananda tampaknya tidak tanggap benar dengan apa yang dimaksudkan Mas Don dengan kawan-kawan dari Taman Lawang, yang tak lain adalah para waria yang biasa mangkal di Taman Lawang. (G20-81)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA