| Selasa, 12 Oktober 2004 | SALA |
OJOLALIMinibus Terguling 11 Luka-lukaWONOGIRI - Minibus PO Manunggal AD-2839-CG terguling saat menghindari tabrakan frontal dengan Suzuki Tornado AD-4215-AR. Tak ada korban tewas, tapi sopir, kernet, dan penumpangnya yang berjumlah sekitar 11 orang, mengalami luka-luka. Kasus kecelakaan ini diawali ketika minibus yang dikemudikan sopir pocokan Ribut (21), menyalip kendaraan di depannya di Jalan Raya Kaliampo barat ibu kota Kecamatan Ngadirojo. Mendadak dari arah berlawanan melaju sepeda motor Suzuki yang dikemudikan Riyanto (20). Untuk menghindari tabrakan frontal, minibus dibelokan ke kanan jalan. Namun minibus malah terguling ke kanan jalan. (P27-20i) Pelatihan Manajemen Pemuda WONOGIRI - Subdinas Kesenian Pemuda dan Olahraga (KPO) Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri menggelar pendidikan latihan (diklat) manajemen usaha bagi 130 pemuda yang tergabung dalam 26 kelompok usaha pemuda produktif (KUPP). Drs Joko Irianto mengatakan, diklat yang dilaksanakan di aula gedung SMP Kanisius itu akan berlangsung tujuh hari, yakni pada 8-14 Oktober 2004. (P27-20i) Zakat Mal untuk Beasiswa Murid WONOGIRI -Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH, Sabtu (9/10), menyerahkan bantuan beasiswa murid dan bantuan pemberdayaan ekonomi umat. Dana bantuan berasal dari zakat mal yang dikumpulkan dari para pegawai negeri sipil (PNS) oleh Badan Amal Zakat (BAZ). Jumlah bantuan yang diserahkan Rp 80,32 juta. Perinciannya, untuk beasiswa murid SD/SMP Rp 40,32 juta sedangkan untuk pemberdayaan ekonomi kaum fakir miskin Rp 35 juta. Kepada amil diserahkan Rp 4 juta untuk biaya rapat dan administrasi, sedangkan untuk mengganti setoran awal pembukaan rekening bank Rp 1 juta. Dilaporkan, total zakat mal pegawai yang kini terkumpul mencapai Rp 142,42 juta. (P27-20i) Pelatihan Manajemen Perhotelan WONOGIRI - Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Seni Budaya (DPPSB) Kabupaten Wonogiri, Hendro Purbandoro SH MM menyatakan, instansinya mulai Selasa (12/10) hingga Rabu (13/10) akan menggelar pelatihan pembinaan teknis manajemen perhotelan di Hotel Wisma Giri. Acara ini akan diikuti oleh para pemilik dan pengelola losmen/hotel se- Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan acara pelatihan manajemen bagi para pengusaha rumah makan. (P27-20i) Agus Sunardi Juara Lomba Cendera Mata SUKOHARJO - Agus Sunardi, perajin batik Desa Kadokan, Grogol meraih juara pertama lomba cipta kerajinan cendera mata. Dia mengungguli 35 peserta yang lain dalam lomba yang bertema ''Mengubah Limbah Menjadi Pesona Cindera Mata'' di Gedung PIKK, Tuntang, Rawapening belum lama ini. Sebagai juara Agus memperoleh trofi dan piagam serta uang pembinaan Rp 3,5 juta. (G10-20i) Pelatihan Penanggulangan Bencana SUKOHARJO- Sebanyak 100 hansip/linmas mengikuti pelatihan penanggulangan bencana serta penanganan pengungsi dan gangguan kamtibmas pascapemilu 2004, di Gedung Korpri kemarin. Materi yang disampaikan antara lain bencana di Jateng, peranan hansip/linmas dalam pengamanan lingkungan, dan pemberdayaan organisasi. Kepala Badan Kesbang dan Linmas Jateng, S Prayitno dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Sukoharjo Drs Mohamad Toha mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kemunculan bencana. (G10-20i) Sarasehan Budaya SUKOHARJO- Dlam rangka peringatan Sumpah Pemuda 2004, digelar sarasehan budaya di Bangsal Ki Ageng Banjaransari, kawasan wisata ziarah Gunung Taruwongso, Tawangsari, Minggu malam lalu. Ketua panitia Herry Soebagyo SP mengatakan, kegiatan itu melibatkan seluruh elemen masyarakat Desa Watubonang. Acara dimeriahkan karawitan SDN III Ponowaren. (G10-20i) Festival Kesenian Tradisional BOYOLALI - Di halaman Kantor Kecamatan Simo, Boyolali, Selasa (12/10) ini akan digelar festival kesenian tradisional yang diikuti sekitar dua puluh peserta. Kegiatan tersebut diselengarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan Forum Komunikasi Guru Boyolali (FKGB). Ketua Dewan Kesenian Daerah, Edy Sutedjo, menyambut baik kegiatan tersebut. Festival merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya. (shj-20) Lampu Penerangan Jalan BOYOLALI - Warga di jalur lingkar utara Boyolali mengharap adanya penerangan lampu jalan. Dengan adanya penerangan lampu jalan akan mengurangi kecelakaan disamping menjadikan suasana cerah di jalur tersebut. Sunaryo, salah seorang warga Baros, Kecamatan Boyolali mengatakan, penerangan lampu semestinya sudah lama dilakukan. Sebab hal itu merupakan jalur vital dari arah Semarang. Menghadapi Lebaran arus lalu lintas meningkat sehingga harus segera terpasang. (shj-20) |