| Selasa, 12 Oktober 2004 | SALA |
Koperasi Guru Buka SwalayanWONOGIRI- Jangan remehkan keberadaan koperasi guru sekolah dasar (SD). Sebab koperasi guru SD di Kecamatan Wonogiri Wonogiri Kota, yakni KPRI Seter, ternyata mampu membangun gedung perkantoran berlantai tiga yang disatukan dengan pusat bisnis toko swalayan. Toko swalayan KPRI Seter, Senin (11/10), diresmikan pembukaannya oleh Bupati yang diwakili Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi Penanaman Modal (Diperindagkopdal) Wonogiri, Drs Poerwanto MM. Kepala Dinas Pendidikan Kecamatan Wonogiri Drs Sardjito mengatakan, pihaknya menyambut positif dan bangga atas keberhasilan koperasi itu. Hal ini merupakan langkah maju yang patut dicontoh oleh para pengurus dan pengelola koperasi di Wonogiri. Ketua KPRI Seter, Drs Suharno Prihutomo mengatakan, koperasi yang dia pimpin berdiri pada 1 Januari 1967. Awalnya, koperasi tersebut hanya bergerak di bidang simpan pinjam. Kemudian usaha bertambah dengan membuka toko kelontong, penjualan kaveling tanah, rental mobil, serta jasa wartel. Pada 2002 hingga 2004, koperasi membangun gedung baru berlantai tiga yang sekarang dijadikan pusat perkantoran dan bisnis toko swalayan. ''Pembangunan gedung baru dan pendirian usaha toko swalayan itu dimodali oleh pihak ketiga. Karena itu kami tidak memungut iuran dari para anggota,'' ujar Suharno. Dia menyatakan, sejak 1998 KPRI Seter telah mengembangkan kerja sama dengan pihak ketiga dengan pola mutualism and brotherhood, yakni kerja sama kemitraan saling menguntungkan. Gedung baru berlantai tiga yang dijadikan pusat perkantoran dan bisnis toko swalayan itu dibanguan atas kerja sama dengan As Gross PT Tiga Serangkai Surakarta. ''Tapi maaf, kami sengaja tidak memberikan nama toko ini sebagai toko koperasi. Namun kami namakan toko swalayan As Groos Seter. Sebab pemakaian nama koperasi akan mengundang konotasi negatif. Masyarakat telanjur menilai koperasi identik dengan perilaku utang, bon dulu bayar belakang,'' ujarnya. Direktur As Gross H Hasan Maulana SE, yang juga pendiri Goro As Salam Surakarta, mengatakan, kemitraan bisnis yang dijalin dengan KPRI Seter dilaksanakan dalam manajemen retail yang terbuka. ''Ini merupakan cabang ke-14 bagi As Gross. Sebentar lagi, kami akan menambah dua cabang di Semarang dan Klaten,'' ujarnya. Harga barang-barang yang dijual di sini, lanjut Hasan Maulana, relatif murah karena dijual dengan harga grosir. Kemurahan harga itu juga karena As Gross memiliki jaringan mengakses langsung ke Goro Pusat.(P27-80i) |