logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 12 Oktober 2004 SALA
Line

14 Pasangan Selingkuh Terjaring Operasi Pekat

SUKOHARJO- Menjelang bulan puasa, jajaran Polres Sukoharjo menggalakkan operasi penyakit masyarakat (pekat). Dalam operasi tersebut 14 pasangan yang diduga berselingkuh diamankan di Mapolres.

Wakapolres Sukoharjo, Kompol Marsito menjelaskan, ada tiga hotel yang menjadi sasaran operasi, yaitu Hotel Pramesthi, Cipto Rini, dan Sadinah Hotel, ketiganya berada di Kecamatan Kartasura. Keempat belas pasangan tersebut dibawa ke Mapolres karena tidak bisa menunjukkan kartu identitas. Meski demikian mereka tidak ditahan, hanya mendapatkan pengarahan.

''Mereka juga diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Namun pemilik hotel akan kami panggil untuk dimintai keterangan,'' katanya, kemarin.

Dia menjelaskan, operasi akan terus digelar secara rutin. Agar tidak bocor, pelaksanaan operasi tidak terjadwal. Petugas akan diberitahu saat mendekati waktu operasi dengan sasaran tertentu. Selain hotel, operasi pekat juga dilakukan di pasar- pasar untuk mengamankan pelaku perjudian.

''Biasanya kalau hari pasaran ada sejumlah warga berjudi, entah sabung ayam atau judi kartu.''

Pihaknya juga telah menyiapkan operasi khusus terhadap penjual miras tanpa izin. Para penjual miras diminta dengan kesadaran menghentikan kegiatannya, apalagi menjelang bulan suci Ramadan. Selain itu, warga juga diimbau untuk melaporkan kepada petugas terdekat bila mengetahui ada kegiatan perjudian atau toko yang menjual miras tanpa izin.

Giatkan Ronda

''Peran aktif masyarakat sangat kami harapkan. Silakan laporkan kepada petugas kalau mengetahui ada tindakan yang termasuk penyakit masyarakat.''

Di sisi lain, warga juga diminta secara aktif menjaga keamanan lingkungannya. Caranya, dengan menggiatkan ronda malam secara bergilir. Bila menerima tamu menginap diimbau untuk melaporkan kepada RT wilayah tersebut. Warga juga diminta untuk waspada bila melihat orang yang mencurigakan. Termasuk orang yang memiliki ciri- ciri pelaku teroris sebagaimana gambar yang disebarkan kepada masyarakat.

''Kalau semuanya diserahkan kepada polisi, itu tidak mungkin. Sebab jumlah polisi sangat terbatas. Karena itu kami mengimbau masyarakat berperan aktif mengamankan lingkungannya,'' tegasnya. (G10-80i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA