| Selasa, 12 Oktober 2004 | SALA |
Gerbong KA Brantas Anjlok di Sragen
SRAGEN - Kereta Api (KA) Brantas jurusan Jakarta-Kediri, pukul 04.30 kemarin mengalami musibah di Sragen. Salah satu rangkaian gerbongnya anjlok di lintasan Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, sekitar lima kilometer arah barat Stasiun KA Sragen. Kepala Stasiun Sragen, Suparmin menjelaskan, gerbong yang anjlok itu berada tepat di belakang loko. ''Delapan gerbong lain yang tidak anjlok, ditarik ke stasiun terdekat di Masaran Sragen,'' tutur Suparmin. Tidak terdapat korban jiwa dalam musibah itu. Namun akibat anjloknya satu dari sembilan rangkaian gerbong tersebut, perjalanan KA yang melintasi jalur itu selama beberapa waktu ditutup. Kereta yang akan lewat dari arah barat berhenti di Stasiun Balapan Solo, dan dari arah timur berhenti di Stasiun Sragen. Petugas KA, sekitar pukul 08.00 jalur sudah bisa dilewati KA. Kereta yang anjlok karena patah as itu, diderek dengan alat berat ke tepi sawah untuk diperbaiki. Lokasi musibah berada di antara hamparan lahan sawah yang luas. ''Kami masih menyelidiki musibah anjloknya rangkaian gerbong KA itu,'' kata Kasi Sarana KA Solo, Tunardi di lokasi, kemarin. Menuju Kediri Sekitar 30 petugas jalan KA serta Seksi Sinyal, Telekomunikasi, dan Listrik (Sintel) dikerahkan ke lokasi. Upaya perbaikan kerusakan rel dan gerbong diawasi langsung petugas dari Daops VI Yogyakarta. Menurut keterangan, KA dari Jakarta dengan masinis Sutarjo itu dalam perjalanan menuju Kediri. Setibanya di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, as gerbong K-3 93518 R tiba-tiba anjlok. Roda kereta meninggalkan bekas benturan di 300 bantalan, sedangkan puluhan baut dan penjepit rel copot. (nin-20a) |