| Selasa, 12 Oktober 2004 | OLAHRAGA |
Hampir Pasti Deltras TerdegradasiSIDOARJO-Deltras Sidoarjo hampir dipastikan terkena degradasi menyusul kekalahannya dari tim tamu Persipura Jayapura 1-2 (0-1) dalam pertandingan lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Bank Mandiri 2004 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin petang kemarin. Dengan hanya mengemas 19 poin dan bercokol di juru kunci klasemen sementara, tampaknya hanya keajaiban yang mampu menolong mereka lepas dari jurang degradasi. Bermain di depan sekitar 5.000 pendukungnya, tuan rumah justru bermain antiklimaks jika dibandingkan dengan penampilan tim berjuluk the Lobster itu akhir-akhir ini. Lini pertahanan mereka terlihat rapuh sehingga mudah diobrak-abrik para pemain tamu yang bermain bagus dan kompak. Pada menit ke-26, penjaga gawang Deltras, Fredy Herlambang terpaksa harus memungut bola dari gawangya sendiri setelah tendangan keras Eduard Ivakdalam gagal dibendung. Kedudukan ini bertahan hingga turun minum. Bola Muntah Memasuki babak kedua, permainan anak-anak Sidoarjo tak kunjung membaik. Trio penyerang mereka, yaitu Fabio Marcos, Jimmy Suparno dan Jainal Ichwan tetap kesulitan menembus pertahanan lawan. Bahkan, pada menit ke-78, Boy Jati Asmara memperbesar keunggulan Persipura memanfaatkan bola muntah setelah Fredy Herlambang gagal menangkap tendangan keras Eduard Ivakdalam dari sektor kanan pertahanan tuan rumah. Deltras akhirnya berhasil memperkecil kekalahan, setelah pada menit ke-80, tendangan memutar Fabio Marcos tak mampu diadang penjaga gawang Persipura, Helconi Hermain. Setelah wasit Madenu asal Semarang meniup peluit tanda akhir pertandingan, para pemain Deltras terduduk lesu di lapangan dengan wajah menunduk. Pelatih Yusack Susanto menyatakan, anak-anak asuhannya tampil jelek karena mereka kurang konsentrasi pada pertandingan. "Pikiran pemainnya sudah tidak lagi di lapangan hijau, namun segera ingin pergi berlibur. Sejak kemarin mereka sudah ingin pulang," katanya. Pelatih Persipura Suharno mengatakan, kunci kemenangan timnya adalah permainan taktis dan mampu menjaga ritme permainan, meskipun sudah unggul. "Saya minta kepada pemain untuk tetap tampil normal, meski sudah menang 2-0. Sebab, kalau bermain bertahan berarti memberi kesempatan kepada lawan untuk menekan terus," kata mantan pelatih Deltras ini. (ant-22) |