| Selasa, 12 Oktober 2004 | OLAHRAGA |
Marten Tao Antar Arema Juara Divisi Satu
JAKARTA-Tim Singo Edan Arema Malang berhasil tampil sebagai juara Divisi I Liga Pertamina 2004, setelah menundukkan PSDS Deli Serdang 1-0 (0-0) dalam pertandingan final di Stadion Gelora Bung Karno, kemarin sore. Gol penentuan diciptakan oleh Marten Tao pada menit ke-119 atau menit ke-29 babak perpanjangan waktu. ''Ini adalah kemenangan semua pemain, suporter dan masyarakat Malang yang telah memberikan dorongan moril selama setahun pertandingan di Divisi I,'' kata Manajer Gandi Yogatama, seusai pertandingan. Dengan keberhasilam itu, mereka berhak membawa pulang piala tetap, trofi dan uang tunai Rp 250 juta. PSDS sebagai runner-up berhak atas trofi dan uang tunai Rp 150 juta. Menegangkan Peringkat tiga diduduki Persibom Bolaang Mongondow. Mereka menundukkan Persegi Gianyar 1-0, sekaligus berhak promosi ke kompetisi Divisi Utama musim depan. Anak-anak Sulawesi Utara itu berhak atas trofi dan uang tunai Rp 100 juta. Pertandingan antara Arema versus PSDS berjalan menegangkan. Anak-anak Malang sejak awal sudah langsung menerapkan strategi menyerang. Pelatih Benny Dollo langsung menempatkan tiga striker, yaitu Marten Tao, Stanley Mamuaya dan Rivaldo Costa. Meski demikian, selama sembilan puluh menit waktu normal, gawang lawan yang dijaga Dede Sulaiman gagal tertembus. Sulitnya Arema mencetak gol ini tidak lepas dari strategi pelatih Syahrial. Empat pemain yang diturunkannya di lini belakang tampil mantap. Mereka adalah Muhammad Yusuf, Syafruddin, Arisnanto, dan Fikri Firdaus. Selain itu, PSDS menerapkan strategi bertahan dengan sembilan pemain langsung berada di lini pertahanan setiap ada serangan dari Arema. Strategi tersebut benar-benar jitu. '' Saya salut dengan strategi PSDS yang mampu bertahan penuh selama pertandingan. Banyak peluang kami yang dikandaskan meski sembilan puluh persen gol,'' ujar Benny Dollo. Mantan pelatih timnas itu membenarkan, selama sembilan puluh menit pertandingan, tercatat ada enam peluang emas yang seharusnya sudah membuahkan gol. Di antaranya adalah sundulan Marten Tao yang membentur mistar dan tendangan Junior Lima yang dapat digagalkan pemain belakang. Pada babak perpanjangan waktu, tim berjuluk Traktor Kuning tetap menerapkan strategi bertahan. Lawan pun jadi selalu gagal menyelesaikan semua serangannya. Untungnya, satu menit menjelang bubaran babak perpanjangan, hadiah tendangan pojok berhasil dimanfaatkan Arema. Firman Basuki yang bertugas mengeksekusi dari pojok sisi kanan gawang PSDS, dengan tepat menempatkan bola di depan gawang. Selanjutnya bola disundul oleh Nanang, yang menggantikan Stanley Mamuaya pada menit ke-71. Sundulan Nanang melenceng ke sisi kiri namun mampu diselesaikan oleh Marten Tao melalui sundulan juga. Gol pun terjadi dan pertandingan langsung dihentikan. ''Arema berhasil memanfaatkan sisa waktu satu menit untuk membuat gol. Karena jika gagal, maka kita akan adu penalti dan risikonya terlalu tinggi untuk pemain,'' jelas Benny. (wgm-22) |