logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 12 Oktober 2004 OLAHRAGA
Line

Karier Rahmad Afandi Terancam Habis

SEMARANG-Mantan pelatih sepak bola PON XVI Jateng Satono Anwar menyesalkan aksi libero PSIS Fofee Camara yang telah menyebabkan kaki kanan striker Pelita Krakatau Steel (PKS) Rahmad Afandi patah, pada pertandingan lanjutan Kompetisi Liga Bank Mandiri 2004 melawan Pelita Krakatau Steel di Stadion Jatidiri, Sabtu lalu. Akibatnya, karier Rahmad di sepak bola terancam habis, karena tidak bisa bermain lagi.

''Saya kasihan kepada Rahmad. Dia pemain muda yang potensial, masa depannya masih panjang. Namun, karena kakinya patah akibat takling Fofee, kariernya terancam mati,'' katanya.

Menurut dia, terlepas dari sengaja atau tidak, aksi tersebut sangat disayangkan. Sebab, sebagai pemain asing, dia diharapkan bisa memberi contoh baik kepada pemain lokal.

Namun, kenyataannya, pemain asal Liberia itu melakukan aksi yang berbahaya, sehingga mengakibatkan kaki kanan lawannya itu patah. ''Dia harusnya bisa memberi contoh yang baik kepada pemain lokal, bukan mematikan kariernya. Saya sangat menyayangkan hal itu,'' katanya.

Kecelakaan

Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi menganggap hal tersebut sebagai kecelakaan. Sebab, pemainnya melakukan hal itu secara tidak sengaja.

Tidak ada niat dari salah satu libero terbaik timnya itu untuk mencelakai pemain lawan. Karena itu, dia mewakili Fofee meminta maaf kepada Rahmad atas kejadian tersebut. ''Kejadian itu murni kecelakaan. Tidak ada niat untuk mencelakai Rahmad,'' ungkapnya.

Pihaknya bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan selama di Semarang. Begitu kaki pemain itu patah, dia langsung di bawa ke RS Roemani untuk menjalani operasi.

Seluruh biaya rawat inap dan operasi ditanggung oleh PSIS. ''Seluruh biaya di RS Roemani sudah kami tanggung. Sekali lagi, ini murni kecelakaan di lapangan. Kami juga tidak mengharapkan hal itu terjadi,'' ujarnya.

Pada pertandingan itu, Fofee mengganjal keras Rahmad Afandi di luar kotak penalti pada awal babak kedua. Takling keras tersebut mengakibatkan tulang fibula dan cruris kaki kanan Rahmad patah. Dia segera dilarikan ke RS Roemani untuk menjalani perawatan serius di ruang Hasan. Malam itu juga, tulang kaki yang patah tersebut langsung dioperasi oleh dr Abdul Wahab. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA