logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 12 Oktober 2004 OLAHRAGA
Line

Fofee Camara Mengurung Diri di Kamar

  • Tak Sengaja Patahkan Kaki Rahmad

WAJAH pemain belakang Fofee Camara masih tampak muram. Setelah tidak sengaja mematahkan kaki kanan striker Pelita Krakatau Steel Rahmad Afandi pada pertandingan Sabtu lalu di Stadion Jatidiri, pemain asal Liberia itu lebih sering berdiam diri di kamar.

Selera makannya pun hilang. Terlihat sekali Fofee sangat shock dan menyesali kejadian tersebut.

''Dia tampak sedih setelah mengetahui kaki Rahmad patah. Terlihat sekali dia sangat menyesali kejadian itu,'' ungkap gelandang PSIS M Irfan, beberapa saat setelah pertandingan melawan Pelita KS selesai.

Di ruang ganti, Fofee memang lebih banyak diam. Mantan pemain PSDS Deli Serdang itu hanya duduk di lantai.

Kepalanya terus menunduk. Sesekali tangannya yang kekar menutupi raut mukanya yang muram. Namun, dari balik celah-celah jari-jemarinya, terlihat sekali salah satu libero terbaik pasukan Mahesa Jenar itu baru saja menangis. Padahal, pemain PSIS lainnya sedang merayakan kemenangan atas Pelita KS 1-0.

''Ya, Fofee baru saja menangis. Dia sangat menyesal mematahkan kaki Rahmad. Sekarang dia shock,'' ujar Otto Weah, mantan pemain PSIS yang juga asal Liberia. Dia dikenal dekat dengan Fofee.

Takling Bersih

Wajar jika dia sangat terpukul terhadap kejadian itu. Pemain kelahiran 10 Juni 1977 ini memang bukan tipe pemain yang suka mencelakai lawan.

Sebagai salah satu personel lini belakang permainannya memang keras. Namun, pemain yang mempunyai tinggi badan 179 dan berat badan 66 itu cukup bersih dalam mentakling pemain lawan. Buktinya, dari 29 kali membela PSIS, dia baru diganjar tiga kartu kuning.

Bandingkan dengan pemain belakang lainnya seperti Idrus Gunawan dan Riswandi yang hingga pertandingan terakhir lawan Pelita KS lalu sudah mengantongi masing-masing 7 kartu kuning. Fofee hanya satu kali absen membela PSIS saat lawan PKT Bontang di Stadion Jatidiri, 8 Agustus, karena terkena akumulasi kartu kuning. Sedangkan Idrus dan Riswandi dua kali absen membela tim, karena akumulasi kartu kuning.

Di antara pemain asing PSIS seperti Diallo Abdoualye Djibril, Robero Kwateh, Ricardo Bonavides dan Esaiah Pello Benson, hanya Fofee Camara-lah yang permainannya paling konsisten. Pada setiap pertarungan, dia bermain sangat disiplin dan tak kenal kompromi dalam menjaga pertahanan PSIS. Gawang I Komang Putra pun tak jarang diselamatkan oleh aksi-aksinya dalam saat menghalau bola. Tak heran, penonton sering memberi aplaus khusus kepada aksi-aksi Fofee yang atraktif dan menghibur itu.

Fofee yang humoris itu sekarang lebih banyak diam. Bahkan, di saat pemain PSIS lainnya menikmati liburan bersama keluarganya masing-masing, pemain Liberia itu tetap tinggal di mes PSIS. (Budi Winarto-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA