logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 12 Oktober 2004 NASIONAL
Line

Dewan Pers Siapkan 3 Sanksi

  • Kasus Laksamana Vs Media Cetak

JAKARTA- Jika terbukti melanggar, lima media cetak yang digugat Laksamana Sukardi akan menghadapi sanksi Dewan Pers. Jenis sanksi itu ada tiga.

Sanksi pertama adalah ralat berita. Selanjutnya berturut-turut berbentuk hak jawab dan permintaan maaf. Ketua Pengaduan Masyarakat Dewan Pers Leo Batubara mengatakan hal itu di kantornya, Jl Kebon Sirih, Jakpus, Senin (11/10).

Dia menjelaskan, Dewan Pers akan memberikan pernyataan penilaian atas pengaduan Meneg BUMN Laksamana Sukardi terhadap lima media, yaitu Rakyat Merdeka, Indopos, Trust, Nusa, dan Reporter pada Jumat (15/10). "Pernyataan diberikan setelah menilai ada atau tidak pelanggaran. Jika terjadi pelanggaran, bentuk sanksinya ada tiga," kata Leo.

Mengenai permintaan ganti rugi Rp 100 miliar yang diajukan Laks, kata dia, bukan kewenangan Dewan Pers. Menurut Leo, Dewan Pers sudah mendengarkan keterangan dari lima pimpinan media yang digugat.

"Kami menganggap keterangan yang disampaikan oleh pimpinan media sudah cukup, sehingga tidak perlu ada pertemuan lagi. Jumat kita akan langsung umumkan hasilnya."

Dari pertemuan itu, dia menilai ada kesenjangan dari pimpinan media tentang UU Pers dan Kode Etik. Mereka pada umumnya tidak tahu UU Pers dan Kode Etik, sehingga terjadi perdebatan yang cukup seru antara Dewan Pers dan para pimpinan media.

Berkaitan dengan pimpinan media, bila tidak mematuhi keputusan Dewan Pers, Leo mengatakan, ''Jika mereka tidak patuh, kasus ini bisa diproses hukum dengan menggunakan UU Pers, yakni ketentuan denda maksimal Rp 500 juta. Tapi kami berharap para pimpinan media menggunakan hak jawab atau bentuk sanksi lainnya yang nanti akan diputuskan."

Menurut penilaian sementara Dewan Pers, dari judul-judul berita di lima media itu memang harus dikritisi, terutama akurasi. Baik pengertian soal Laksamana kabur atau membawa dana USD 125 juta, kata dia, sumbernya harus jelas, bukan dari SMS seperti yang dimuat di media tersebut.

Gugat Balik

Berkaitan dengan permasalahan itu, harian Rakyat Merdeka akan menggugat Laksamana Sukardi. Redaktur Ekskutif Rakyat Merdeka Teguh Santoso menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan Dewan Pers di Kantor Dewan Pers Jl Kebon Sirih Jakarta Pusat, Senin (11/10).

"Kami sedang mengkaji dan memikirkan ke mana gugatan itu akan kami alamatkan. Kami tersinggung dibilang tidak profesional. Makanya, kalau tuduhan Laks itu tidak benar, kami akan menggugat," kata Teguh.

Menurut Teguh, pemberitaan tentang Laks di Rakyat Merdeka adalah benar. "Itu mengacu pada kebenaran opini yang dikandung. Semua informasi tidak wajib dibuktikan karena kita bukan orang hukum," tandasnya.

Posman Siahaan dari Indopos menyatakan, harian tersebut tak berniat jahat atas pemberitaan tentang Laks. "Kami tidak punya niat untuk menjelek-jelekkan Laks, karena berita ini sumbernya sudah jelas," kata Posman. (dtc-83t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA