| Selasa, 12 Oktober 2004 | NASIONAL |
Perlu Kerja Sama Jual KarimunjawaJEPARA-Untuk menjual Karimunjawa untuk menjadi daerah pariwisata yang andal, diperlukan kerja sama berbagai pihak secara terpadu di tingkat nasional. Pemikiran itu muncul saat diskusi masalah penyelamat Karimunjawa dan lomba mancing yang diselenggarakan Harian Umum Suara Merdeka dan Pemkab Jepara, untuk memperebutkan piala Bupati. Diskusi menampilkan pembicara Bupati Hendro Martojo, Kepala Dinas Pariwisata Jateng Agus Suryono, Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa Ir Haryanto, pengamat lingkungan Prof Dr Sudharto P Hadi, dan moderator Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Sasongko Tedjo. Dalam diskusi di aula kecamatan Sabtu sore tersebut, Bupati mengatakan, aset biota laut di sana merupakan aset unggulan untuk menarik wisatawan, tetapi ada beberapa persoalan yang justru mengancam kelestarian biota laut tersebut. ''Permintaan pasar biota laut seperti ikan hias, karang, dan hasil ikan terus meningkat, tetapi kegiatan masyarakat yang mengambil hasil laut justru tak mendukung lingkungan,'' tandasnya. Karena itu, Pemkab terus bekerja keras untuk mengemas kembali tata ruang. Selama ini semua kegiatan terkonsentrasi di Pulau Karimunjawa yang merupakan ibu kota kecamatan. Nanti akan ada penataan yang jelas, di mana hotel, motel, dan sarana wisata lain harus ditempatkan. Lima Pulau Dikatakannya pula, jumlah penduduk Karimunjawa 9.000 orang. Mereka mendiami lima pulau dari 27 pulau yang ada. Hampir semuanya menggantungkan hidup di laut. ''Pernah kami mencoba mengembangkan pertanian, tetapi gagal, karena debit air tak cukup,'' katanya. Kepala Dinas Pariwisata Agus Suryono menyoroti masalah pengembangan wisata dengan perencanaan komprehensif dan melibatkan lebih banyak peran serta masyarakat. ''Kita akan memadukan antara konservasi, wisata, dan peran serta masyarakat. Supaya tercipta masyarakat yang sadar wisata,'' katanya. Hasilnya, rencana masuknya pelayaran kapal ke Karimunjawa dari Jakarta tahun 2006. Kapal pesiar mewah mampu menampung 2.600 orang. Pakar lingkungan Undip, Prof Sudharto PH, mengatakan, sekarang yang perlu dipikirkan adalah cara mengembangkan Karimunjawa, dengan lingkungannya tetap lestari dan pertumbuhan ekonominya meningkat. (A18,B13-33t) |